Waketum MUI: Menutup Masjid, Bangsa Ini Bisa Dimarahi Tuhan

Waketum MUI: Menutup Masjid, Bangsa Ini Bisa Dimarahi Tuhan
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. Foto:Ist

WAKIL Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, kalau menutup masjid Tuhan bisa marah. “Kalau menutup masjid ya saya rasa murka Tuhan ya kena kepada kita,” tuturnya, kemarin, menyikapi penutupan masjid sementara selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

Menurutnya, bukan dengan menutup masjid, tapi dengan demikian masjid tetap semarak. Sebab kata dia, tugas umat beragama adalah memakmurkan tempat ibadahnya, jangan sampai membiarkan kosong tanpa kegiatan ibadah.

Dan itu semua, kata Anwar, sudah diatur dalam pasal 29 ayat 2 Undang-undang Dasar 1945. “Oleh karena itu, sebenarnya yang yang harus kita lakukan adalah, ya bagaimana caranya supaya masyarakat bisa mematuhi protokol medis yang ada itu,” cetusnya.

Waketum MUI ini juga berpendapat, setiap pengurus masjid di daerah yang masuk dalam zona merah, dapat menginisiasi kebijakan untuk menaati protokol kesehatan yang ketat kepada jamaahnya.

Upaya yang dilakukan seperti menggunakan masker berlapis, menerapkan pembatasan jemaah hanya 25 persen yang boleh hadir, serta melakukan jaga jarak dengan batas 4 meter dari setiap jamaah. “Ya maskernya hendaklah dibuat berlapis, dan jaga jaraknya harus dihormati. Ya kalau di daerah zona merah kapasitasnya hanya 25 persen, ini berarti jaraknya antara 1 jemaah dengan yang lain 4 meter,” kata Waketum MUI.