Ustaz DR Darlis: Enam Hal Aneh Patut Dihindari

Ustaz DR Darlis: Enam Hal Aneh Patut Dihindari
Al Ustaz DR Darlis MPdI. Foto: Ist

MedanSkalanews: Dalam satu riwayat Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah menyebutkan, ada enam hal aneh dalam kehidupan umat di muka bumi ini dan patut dihindari umat muslim. “Keanehan tersebut sudah terjadi sejak dahulu dan terus berkembang hingga kini atau bisa sampai akhir hayat. Bahkan dengan keanehan itu bisa terjadi malapraktik agama,” kata Al Ustaz DR Darlis MPdI pada pengajian Minggu subuh (01/08), di Masjid Raya Miftahul Iman, Jalan Panglima Denai/Jermal VII Medan.

Satu dari yang aneh tersebut di antaranya jika dalam satu wilayah terdapat masjid, tetapi tidak ada atau minim sekali umat  yang mengisinya, padahal di kawasan tersebut mayoritas penduduknya muslim.

Kondisi ini masih ada terjadi di era sekarang dan itu satu tantangan bagi kita untuk selalu tawakal dalam menghadapinya, sebut Ustaz Darlis dalam bahasan yang mendapat banyak tanggapan dari para jamaah.

Jika kondisi tersebut terjadi menurut pandangan para ulama, sungguh merupakan tantangan bagi warga sekitar terutama bagi para kaum lelakinya, karena menurut aturan Islam, sebaiknya seorang lelaki muslim melaksanakan salat berjamaah di masjid.

Selain itu dianjurkan kepada kaum muslimin untuk selalu memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya dalam kaitan syiar agama, sebut Ustaz.

Orang Fasik

Selanjutnya yang dianggap aneh oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yaitu memiliki Alquran di rumah tetapi tidak pernah dibaca, sehingga kalam Allah itu menjadi mushaf alias usang karena tidak pernah dimanfaatkan.

Tidak sedikit saat ini Alquran di rumah warga jadi memprihatinkan kondisinya karena tidak pernah dibaca, sehingga kusam. Lebih parah lagi kalam Allah tersebut hanya dibuka saat-saat tertentu saja, misalnya ada acara dan itupun bukan tuan rumah yang membacanya, sebut ustaz.

Pada urutan selanjutnya hal-hal yang aneh menurut Nabi Muhammad yaitu seseorang tahu dan mampu membaca sekaligus menerjemahkan maksud dari kandungan Alquran, tetapi tidak mau atau yakin melaksanakannya dalam kehidupan alias tidak diamalkan.

Kasus seperti ini menurut para ulama bisa disebut sebagai kaum yang fasik. Padahal dia tahu kalau ajaran tersebut baik dan benar sesuai ajaran agama.

Menurut para ahli agama,  secara etimologi, fasik berarti keluar dari sesuatu. Sedangkan secara terminologi, berarti orang yang menyaksikan namun tidak meyakini dan melaksanakannya. 

Jadi, alangkah meruginya orang-orang yang tidak mau bersyukur atas sebuah kebenaran, padahal dia tahu kalau itu ajaran agama dan memiliki kekuatan yang diberikan Allah dan maka sia-sialah hidupnya.