Tuntutan JPU Terkesan Abaikan Fakta Persidangan

Tuntutan JPU Terkesan Abaikan Fakta Persidangan
Hendra Julianta SH dari Law firm Bambang Santoso & Partner kuasa hukum Antoni. Foto: Ist

DeliserdangSkalanews: Perkara pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap pengusaha tambak di Pantailabu, Deliserdang memasuki babak baru. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang menuntut terdakwa Antoni lima tahun penjara.

Hendra Julianta SH dari Law Firm Bambang Santoso & Partner kuasa hukum Antoni, Rabu (20/10), kepada media mengatakan, tuntutan JPU dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam itu terkesan dipaksakan. “Hemat kami, jaksa mengabaikan fakta-fakta di persidangan sehingga tuntutan JPU tidak masuk akal,” katanya.

Dia juga menegaskan pada saat pledoi yang dijadwalkan, Kamis (21/10) hari ini, pihaknya akan menyampaikan bahwa kliennya ditahan karena tidak melakukan kesalahan adalah bentuk kezaliman atas keadilan.

Pengacara muda ini punya alasan. Seluruh keterangan saksi yang dihadirkan JPU tidak ada yang melihat secara langsung peristiwa pidana sebagaimana dakwaan penuntut umum.

BACA JUGA: Sadrun Mencari Keadilan: Antoni Bukan Rama

Kemudian, JPU tidak mampu membuktikan atau menghadirkan barang bukti hasil dari tindak pidana pencurian. “Keterangan saksi anak di bawah umur tidak bersesuaian dengan keterangan saksi lainnya sehingga patut dikesampingkan sebagai alat bukti petunjuk,” katanya lagi seraya menyebutkan pada saat terjadinya tindak pidana, terdakwa bekerja memperbaiki sampan di paluh.

Kemudian, dari fakta persidangan, laporan polisi dan bukti visum menerangkan terlapor atas nama Rama. “Dengan demikian terdakwa bukanlah pelaku tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh JPU, sehingga terdakwa patut dan layak untuk dibebaskan secara hukum,” tegas Hendra Julianta.