Medan  

Toilet Penuh Barang, Mandor Bus Barumun Terkesan Menantang

Toilet Penuh Barang, Mandor Bus Barumun Terkesan Menantang
Julheri Sinaga. Foto: Ist

Medan-Skalanews: Mengaku mandor Bus PT Barumun di Loket Jl SM Raja Medan menjawab enteng, konfirmasi wartawan, Rabu (13/7), terkait pelayanan jasa bus tertua Sibuhuan yang mengecewakan penumpang, karena toilet penuh barang.

“Suruh orang yang bersangkutan datang, karena sampai saat ini belum ada penumpang yang datang complain ke sini,” kata pria itu singkat dan tidak menjawab toilet dan ruangan penumpang bus Nomor Pintu 555 itu penuh barang.

BACA JUGA: Penumpang Bus Barumun Terpaksa Kencing di Botol

Diberitakan sebelumnya, salah seorang penumpang Bus PT Barumun dari Medan tujuan Daludalu, Selasa (12/7), petang mengaku kecewa kondisi pelayanan.

“Sejak memesan tiket di loket Medan, saya sudah mewanti-wanti bus yang saya tumpangi harus ada toiletnya, dan pencatat tiket pun memastikan bus nomor pintu 555 itu ada toiletnya,” kata Julheri Sinaga SH pengacara ternama ini.

Menurutnya, bus itu memang ada toiletnya, tapi tidak bisa digunakan karena penuh dengan barang. “Bukan hanya barang, bahkan dalam ruang penumpang pun dimuat dengan sepedamotor, sehingga buang air kecil terpaksa menggunakan botol bekas air mineral,” ujar Julheri Sinaga.

Merasa tak tahan dengan kondisi dalam bus dengan perjalanan yang masih panjang, Julheri mencoba mempertanyakan pelayanan itu kepada sang sopir.

Namun oleh sopir merasa tidak bersalah, menyebut kelas ekonomi itu tidak ada toilet. “Walaupun dalam bus ini ada toilet, tiket ekonomi tak ada fasilitas toilet, kalau kami isi barang, itu urusan kami,” Julheri menirukan penjelasan sopir.

Wal hasil, saat bus melintas di Aekkanopan, Labuhanbatu Utara, Rabu (13/7) Pukul 00.16 WIB dinihari, Julheri memilih turun dari bus dan menumpang bus lain.

Pengalaman pahit Julheri tampaknya bakal sampai ke Pengadilan. “Jika tidak ada solusi dari pihak manajemen Bus PT Barumun, sangat terpaksa saya akan menempuh upaya guna memenuhi hak saya sebagai konsumen, jika perlu akan saya gugat ke pengadilan,” tegas Julheri Sinaga.

Guna mengonfirmasi pengalaman Julheri Sinaga, Rabu (13/7),  wartawan menghubungi nomor ponsel 0812-6325-6xxx yang dipajang di akun facebook Bus PT Barumun namun tak bisa dihubungi. SN-W21