Tiga Tersangka Dugaan Korupsi DAK Disdik Labura Dilimpahkan ke JPU

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi DAK Disdik Labura Dilimpahkan ke JPU
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2021, saat akan dibawa ke Lapas Lobusona, Rantauprapat, setelah dilimpahkan dari penyidik kepada JPU. (Foto: Ist)

Labuhanbatu-Skalanews | Tiga tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2021, beserta barang bukti, dilimpahkan penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (26/6/23).

Tiga tersangka yang ditahan oleh penyidik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lobusona, Rantauprapat, dibawa ke kantor Kejari Labuhanbatu dan tiba sekira pukul 11.30 WIB.

Ketiga tersangka langsung digiring naik ke lantai II kantor lembaga Adhyaksa itu, untuk urusan administrasi pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada JPU.

BACA JUGA : Bupati Labuhanbatu Bantu Pembangunan Gereja di Bilah Hilir

Kemudian, sekira pukul 16.00 WIB, tiga tersangka kasus dugaan korupsi DAK Disdik Kabupaten Labura tahun 2021 itu kembali dibawa ke Lapas Lobusona, Rantauprapat.

Kajari Labuhanbatu Furkon Syah Lubis SH MH melalui Kasi Intelijen Firman Dermawan Simorangkir SH MH mengatakan, setelah dilimpahkan oleh penyidik, JPU menitipkan ketiga tersangka untuk ditahan di Lapas Lobusona, Rantauprapat, selama 20 hari ke depan.

“Ketiganya ditahan oleh JPU di Lapas untuk dua puluh hari ke depan,” terang Firman Dermawan Simorangkir.

Dia menambahkan, JPU selanjutnya akan mempersiapkan berkas perkara dugaan korupsi tersebut, agar secepatnya dapat disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

“Selanjutnya JPU akan mempersiapkan, agar perkara tersebut segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Medan,” katanya.

Tiga tersangka dalam kasus itu yakni M selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), AWW selaku Wakil direktur CV TJS, dan SBP pemilik CV SP selaku sub kontraktor proyek pengadaan perabot sekolah yang bersumber dari DAK bidang Pendidikan tahun 2021 tersebut.

Adapun nilai kontrak pengadaan perabot rehabilitasi ruang kelas itu senilai Rp2.495.421.170. Berdasarkan hasil laporan perhitungan kerugian negara oleh akuntan independen, kerugian negara dalam perkara itu mencapai lebih dari Rp669 juta.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, AWW telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp200 juta, dan SP mengembalikan sebesar Rp50 juta. * SN/Ril