Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Lingkar Tanjungbalai Ditahan

Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Lingkar Tanjungbalai Ditahan
Tersangka RMN saat digiring penyidik Kejari TBA, Rabu (4/8), untuk dilakukan penahanan. Foto:Ist

TanjungbalaiSkalanews: RMN, 42, staf marketing perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP) PT BKSS, Rabu (4/8), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan lingkar Tanjungbalai tahun anggaran 2018 dengan kerugian negara sebesar Rp3,1 Miliar.

Tersangka RMN digiring  penyidik  Kejari Tanjung Balai-Asahan (TBA), menuju mobil tahanan untuk dibawa ke ruang tahanan Polres Tanjungbalai guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kajari TBA, M Amin didampingi Kasi Intel Dedy Saragih dan Kasi Pidsus Ruji Wibowo dalam keterangan persnya menjelaskan, terhadap tersangka dilakukan penahanan berdasarkan surat perintah penyidikan khusus Kejari TBA Nomor Print-03/L.2.17/Fd./08/2021 dan surat penetapan tersangka Nomor: Print-1273/L.2.17/Fd./08/2021 dan Surat Perintah Penahanan (T-2) Nomor: Print-1274/L.2.17/Fd.2/08/2021, masing-masing tertanggal 04 Agustus 2021.

Menurut M Amin, penyidik Pidana Khusus Kejari TBA menetapkan satu orang tersangka dengan inisial RMN, disangkakan menerima pengalihan pekerjaan uraian perkerasan aspal pada pekerjaan peningkatan jalan dengan konstruksi hotmix ruas jalan lingkar utara dengan anggaran sebesar Rp3.270.442.000,- dan pekerjaan peningkatan jalan dengan konstruksi hotmix ruas jalan lingkar dengan anggaran Rp8.245.639.000,- pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tanjungbalai tahun anggaran 2018.

Dijelaskan juga bahwa, atas pekerjaan tersebut penyidik menemukan perbuatan melawan hukum, dan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK dalam penghitungan kerugian negara atas pekerjaan tersebut, dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada penyidik Kejari TBA terdapat penyimpangan yang mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara/daerah senilai Rp3.131.594.283,43. M Amin juga menjelaskan, penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup, keterangan saksi dan keterangan ahli serta bukti surat. Dan terhadap tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHPidana. Tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan terhitung Rabu, 4 Agustus 2021 s/d Senin, 23 Agustus 2021. SN-R