Ternyata Mata Tidak Buta, Hanya Pelipis Berdarah

Ternyata Matanya Tidak Buta, Hanya Pelipis Berdarah
Tangkap layar video medsos. Foto:Ist

PadangSkalanews: Video salah seorang pria paruh baya mengaku matanya tertusuk pulpen saat didorong petugas di pos penyekatan PPKM antara Solok-Padang, Sumatera Barat (Sumbar) viral di sosial media atau sosmed dan video beredar dalam WA berantai. Ternyata mata tidak buta, hanya pelipis berdarah. Astaghfirullah….!!!

Ironisnya, dalam pertengahan durasi video itu, sang pria menjerit mengucap sumpah, demi Allah, demi Rasulullah SAW, dia tidak bohong, matanya buta.

Akhirnya, diketahui pria ini merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Awaluddin Rao. Mengaku matanya tertusuk dengan pena di Pos Penyekatan PPKM di Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumbar, Jumat malam (16/7).  

BACA JUGA: Satpol PP Menampar Suami-Istri Pemilik Kafe Saat Razia PPKM, Dipecat

Dalam video itu, Awaluddin Rao terlihat berlumuran darah di wajahnya dan mengaku matanya tertusuk pena sehingga buta. “Saya didorong pak, saya memegang pena akhirnya tertusuk. Mata saya sudah buta pak,” kata Rao dalam video itu.

Dalam video itu, Rao mengaku sudah melapor ke petugas untuk melihat truknya yang terbalik di Solok dan akan kembali lagi ke Padang. Hanya saja Rao tidak mengetahui kepada siapa dia melapor.

Video yang viral di Medsos tersebut, kemudian mendapat tanggapan dari kepolisian. Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto melalui Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu Setianto menyatakan Awaluddin Rao, bersama sopirnya nekat menerobos Pos PPKM Darurat di perbatasan Padang-Kabupaten Solok, Jumat (16/7) malam.

Menurut Satake, Awaluddin Rao bersama sopirnya, Hendra Sihaholo, dicegat petugas dan diminta menunjukkan sertifikat vaksin dan surat keterangan tes cepat antigen. “Awaluddin Rao tidak bisa menunjukkan dokumen tersebut sehingga terjadi cekcok dengan petugas,” ujarnya.

Kapolsek Lubuk Kilangan Padang AKP Lija Nesmon yang dihubungi awak media Sabtu (17/7), karena namanya disebut dalam video itu, menyatakan petugas meminta Rao menunjukkan pelakunya, tetapi ia tak bisa melakukannya. Bukannya memberi penjelasan kepada petugas, Rao justru membuat video dan mengaku berlumuran darah karena ditusuk petugas penyekatan.

“Awalnya, Rao meminta sopirnya membuat video itu, tapi Hendra terlihat agak keberatan. Rao pun menampar sopirnya itu. Dia datang dari arah Solok menuju Padang. Kita minta dokumennya, tapi tidak bisa. Kemudian kita minta putar balik, namun dia menolak sehingga terjadi cekcok,” kata  AKP Lija Nesmon.