Sumut  

Sumut Rangking Pertama Nasional Penyalahgunaan Narkoba

Sumut Rangking Pertama Nasional Penyalahgunaan Narkoba
Foto: Ist

MedanSkalanews: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara, menggelar Kegiatan Seminar dan Sosialisasi Bahaya Narkoba. Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sumatera Utara menempati rangking pertama nasional penyalahgunaan narkoba.

“Penting upaya deteksi dini dari penyalahgunaan narkoba, serta peran penting media sebagai pilar terdepan dalam mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba bagi masyarakat,” ujar Drs Syafruddin SH MHum, Kepala Kesbangpol Pemprov Sumatera Utara pada sosialisasi bahaya narkoba, Kamis (2/12), di Hotel Four Point Medan.

Syafruddin mengungkap data, hampir 7% atau 1,5 juta masyarakat menggunakan narkoba. “Ini merupakan sinyal bahwa penggunaan narkoba di Sumatera Utara sudah mendekati bahaya dan harus ada tindakan secara serius dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, tingginya angka pengguna narkoba yang ada di Sumatera Utara ini bentuk keprihatinan dan harus ada langkah konkret yang dilakukan secara bersamaan, bahkan Kota Medan sendiri angka pecandu narkoba menurut data BNN berkisar di angka 200 hingga 300 ribu pengguna narkoba.

“Ini merupakan tantangan Pemeritah Sumatera Utara dan seluruh masyarakat secara bersama berpartisipasi aktif dalam mencegahnya, sehingga target Gubernur Sumatera Utara di tahun 2022 Sumatera Utara turun rangking secara nasional,” kata Syafruddin.

Polda Sumatera Utara melalui Direktorat Narkoba terus bergerak secara simultan dalam upaya penegakan hukum bagi para produsen dan pengedar narkoba dan melakukan pencegahan atau deteksi dini bagi masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba merupakan kejahatan global atau trans nasional crime dan Indonesia darurat narkoba, faktor utama masuknya narkoba baik secara geografis dengan luasnya wilayah Nusantara, padatnya penduduk, penegakan hukum dan Lembaga Pemasyarakatan, 80% masuknya narkoba lewat laut.

Polda Sumatera Utara untuk tahun 2021 hingga November berhasil mengamankan 1 ton berhasil disita, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang terorganisir secara sistematis, namun mata rantai ini terputus dan sulit terdeteksi”, ujar AKBP Hendri Rickson Sibarani SE, Kepala Bagian Operasional Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara.

BNN juga bergerak secara aktif untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Sebab tingginya peredaran narkoba harus ada langkah dan tindakan luar biasa yang dilakukan secara bersamaan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, bahkan Kota Medan sendiri belum memiliki  BNN di tingkat Kota.

“Pencegahan narkoba bukan saja di hulu yaitu penegakan hukum bagi para produsen dan pengedarnya, sementara di hilir bagi pengguna harus direhabilitasi dan adanya edukasi secara intensif kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan narkoba, guna memutus mata rantai peredarannya sebagai fokus utama BNN”, ujar Soritua Sihombing Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Bahaya Narkoba BNN Sumatera Utara.

Menurutnya, stigmanisasi yang berkembang di masyarakat terkait mereka yang terkena pengaruh narkoba menjadi aib bagi keluarga, sehingga mereka enggan membawa pasien tersebut untuk direhabilitasi.