Segera Mengqadha Salat Sebelum Terlambat

Segera Mengqadha Salat Sebelum Terlambat
Suasana pengajian subuh di Masjid Raya Miftahul Iman bersama Ustad Fahmi. Foto: p'kar

MedanSkalanews: Ibadah salat merupakan satu kewajiban bagi setiap muslim. Tidak bisa ditawar lagi, sehingga bagi yang pernah meninggalkan salat selama hidupnya, mumpung masih hidup agar segera mengqadha (mengganti)-nya sebelum terlambat.

“Mumpung masih diberi kesempatan hidup, ayo kita sempurnakan salat kita yang pernah tertinggal, dengan mengqadha, semoga Allah menerima kewajiban tersebut,” kata Ustaz Khairul Fahmi MPdI, dalam kajian Subuh, Minggu (17/10), di Masjid Raya Miftahul Iman, Jalan Panglima Denai Medan.

Menurut ustaz, kalau bisa diingat pasti kita sebagai manusia normal, sangat banyak lalai sehingga berdampak pada kinerja salat yang dilakukan, terutama mulai akil balig sampai umur saat ini.

Jika kita masih hidup saat ini, pastinya berkeinginan untuk bisa beribadah lebih baik dari sebelumnya. Tetapi di balik itu jangan lupa dengan ibadah salat wajib yang pernah kita tinggalkan, sebab itu diberikan kesempatan untuk menggantinya dengan mengqadha, sebut Ustaz Khairul Fahmi.

Pengajian yang dipandu oleh Imam Besar Masjid Raya Miftahul Iman, Al Ustaz M Ridwan Harahap MPd tersebut berlangsung khidmat dan mendapat perhatian, bahkan sebagian jamaah ada yang meneteskan air mata.

Lebih Parah dari Berzina

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan penggantian salat kita yang tertinggal atau sengaja ditinggalkan. Mulai saat ini, ayo bergerak untuk salat qadha, tidak ada pembatasan waktu untuk melaksanakannya, yang penting tidak meninggalkan kewajiban kita yang lain, sebut Ustaz Fahmi.

“Di rumah, di masjid atau di manapun salat qadha bisa dilakukan, misalnya sebelum salat wajib atau sesudah salat,” katanya.

Dikatakan, jika selama ini belum ada kita lakukan penggantian salat wajib dengan mengqadhanya, menurut sebagian ulama seandainya mati, maka amal ibadah yang dilakukan selama ini bisa gugur atau tidak diterima Allah.

Rata-rata mazhab umat Islam di muka bumi ini berpendapat, bahwa salat adalah kewajiban bagi semua muslim, sehingga jika ada yang tinggal wajib diganti.

Bahkan bisa diibaratkan, dosa tidak salat tak bisa diganti selain dengan mengqadha, tetapi seorang yang berzina atau bejad sekali pun, dosanya masih bisa diampuni dengan bertobat nasuha.

Ibaratnya, dosa tidak salat lebih besar dan tak terampuni daripada dosa berbuat zina, sebut Ustaz Fahmi. SN-KB