Proyek Parit, Usaha Warga Tembung Makin Morat-marit

Proyek Parit, Usaha Warga Tembung Makin Morat-Marit
KUMUH & BERANTAKAN: Akibat ditinggal pemborongnya, proyek drainase di Jalan Beringin, Pasar 5, Dusun XIV, Desa Tembung ini membuat kawasan tampak kumuh, berantakan dan merugikan warga terganggu jualan. Foto:SN-Ist

TembungSkalanews: Melintasi Jalan Beringin, Pasar 5, Dusun XIV, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang akan menemukan proyek parit yang merugikan warga setempat.

“Usaha cari makan warga kian morat-marit gara-gara parit dibiarkan menganga di depan kedai,” ungkap warga yang mengaku gerah, kepada wartawan, Senin (7/2).

Proyek parit ditaksir sepanjang 150 meter di Jalan Beringin, Pasar 5, Dusun XIV, Desa Tembung disebut-sebut warga sebagai pekerjaan di bawah tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Deliserdang.

Satu pihak yang lain menyebutnya proyek Desa Tembung. Yang jelas sejak digali pada November lalu sampai dipasang mal pengecoran pada Januari 2022, plang proyek tidak pernah terlihat.

Mirisnya, Kadis PUPR Deliserdang Janso Sipahutar melalui WhatsApp di 0813-6146-0XXX dan Kepala Desa Tembung Misman melalui WhatsApp di 0813-9769-0XXX yang dikonfirmasi, Selasa (8/2), hingga berita ini tayang, masih bungkam.

Pantauan wartawan, proyek ini ditinggal pemborongnya. Urakan dan mal yang mulai lapuk membuat kawasan ini kian kumuh. Warga di sepanjang jalur ini dominan berjualan memanfaatkan bagian depan rumah mereka kian resah dan merasa dirugikan.

“Konsumen malas singgah karena parit menganga dan hanya menggunakan setapak papan darurat dari tepi jalan ke kios jualan kami,” ujar warga.

Menurut warga, derita akibat proyek mangkrak ini mereka tanggung sejak November lalu.

“November lalu dikorek, awal Januari dipasang mal pengecoran, hingga hari ini tak jelas, bagaimana akhir dari drainase ini,” ujar warga.

Sementara, kata mereka, saat hujan mengguyur hanya beberapa menit, parit sudah penuh dan meluap.

“Belum ada perhatian pemerintah setempat terhadap kondisi ini, termasuk Kepala Desa Tembung terkesan membiarkan kondisi menjadi lebih kumuh dari sebelum proyek ‘siluman’ ini mangkrak,” ungkap warga.

Selain membuat pendapatan usaha jualan warga makin morat-marit, mereka yang punya kendaraan roda empat terpaksa menyewa kandang mobil lumayan jauh dari rumah mereka.

Titi beton menuju rumah warga semua sudah dibongkar untuk kepentingan proyek yang akhirnya menjadi mangkrak itu. SN-R03