Polisi Ungkap Misteri Tewasnya Suryani

Polisi Ungkap Misteri Tewasnya Suryani
Saat pemaparan di Polda Sumut. Foto: Ist

LabuhanbatuSkalanews: Tim gabungan dari Buser Satreskrim Polres Labuhanbatu yang dipimpin Kasat Reskrim dibantu tim Jatanras Polda Sumut pada Sabtu (16/10) siang, di areal kebun kelapa sawit PT HSJ Bilah Hilir berhasil mengungkap pembunuhan sadis seorang ibu rumah tangga (IRT) Suryani, yang bersimbah darah di kamarnya.

Pembunuhan seorang IRT yang tinggal di Perumahan Perkebunan PT HSJ, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara motifnya mencuri untuk membayar cicilan sepedamotor.

Tersangka ditangkap tim Buser Satreskrim Polres Labuhanbatu dibantu tim Jatanras Polda Sumut saat bekerja memanen buah sawit salah satu perkebunan swasta tempatnya bekerja. Setelah melakukan olah TKP dan menyelidiki laporan adanya mayat seorang IRT bersimbah darah di kamarnya.

Hal itu dipaparkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Senin (18/10).

“Pelaku berinisial AN alias Analisa umur 30 tahun, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu yang sehari-harinya bekerja sebagai pemanen buah kelapa sawit,” ujarnya.

BACA JUGA: Suryani Tewas Masih Misterius, Jenazah Proses Autopsi

Semula, tersangka berniat mencuri untuk membayar cicilan sepedamotor. Namun saat berada di dalam rumah, pelaku melihat korban dengan kondisi tidak memakai celana, karena terangsang kemudian melakukan tindak perkosaan,” jelasnya.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meminta sejumlah uang dan perhiasan milik korban, karena permintaan itu tidak dituruti pelaku membunuh korban.

“Pelaku membunuh korban agar tidak diketahui warga lainnya karena bertetangga dengan korban,” ungkapnya.

Saat ditangkap pelaku sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur. “Atas perbuatannya, pelaku dipersalahkan melanggar pasal 340 Subs 338 atau 365 ayat (3) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman mati, atau  penjara seumur hidup,” jelasnya.

Dari TKP, petugas mengamankan barang bukti sepotong baju kaos berlumuran darah milik korban, sepotong celana pendek milik korban, satu celana dalam perempuan warna abu-abu milik korban, tujuh lembar uang kertas pecahan Rp2.000, satu tas dompet warna merah, selembar uang kertas pecahan Rp5.000, selembar uang kertas pecahan Rp50 ribu, satu mata kalung warna kuning emas, satu bungkus rokok terdapat bercak darah.

Sedangkan barang bukti dari tersangka diamankan sebilah kapak bergagang besi, sepotong baju lengan panjang warna biru, sepotong celana pendek warna cokelat, uang tunai Rp330 ribu, dan lain-lain.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ditemukannya seorang IRT, yang tinggal di Perumahan Perkebunan PT HSJ, Kamis (14/10),  tewas dengan kondisi bersimbah darah di kamarnya.

Korban Suryani, 48, istri Wagino operator alat berat di perkebunan PT HSJ, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan. SN-W24