Daerah  

Polisi Bongkar Praktik Perdagangan Orangutan Sumatera

Polisi Bongkar Praktik Perdagangan Orangutan Sumatera
Foto: Ist

Medan-Mediadelegasi: Subdit IV/Tipidter bersama Subdit V/ Siber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut berhasil membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi jenis orangutan Sumatera, melibatkan anak di bawah umur dan seorang wanita.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan, penangkapan pelaku penjualan Orangutan itu diawali pada Rabu (27/4) hingga Kamis (28/4).

Ada lima orang diduga terlibat dalam praktik perdagangan orangutan, masing-masing, TRC, 18, AR, 20, HY, 18, R, 17 dan seorang wanita AS, 20, seluruhnya warga Kota Binjai.

“Berawal informasi yang kita terima dari masyarakat adanya pelaku memperniagakan satwa dilindungi jenis Orangutan Sumatera (Pongo Abeli) seharga Rp 23 juta,” jelas Hadi, Jumat (29/4).

Menindaklanjuti informasi berharga tersebut, petugas segera melakukan penyamaran sebagai pembeli hingga disepakati lokasi transaksi di Jalan H Anif Kompleks Cemara Asri, Deliserdang.

Petugas kemudian bertemu dengan lima pelaku mengendarai 1 unit mobil Toyota Yaris nomor polisi BK 1665 RO. “Kelima pelaku langsung ditangkap setelah memperlihatkan barang bukti,” katanya.

Dari pengungkapan itu disita barang bukti 1 ekor Orangutan Sumatera (Pongo Abeli) dalam keadaan hidup, 1 unit mobil Toyota Yaris BK 1665 RO dan 5 unit HP berbagai merek.

“Tersangka mengaku 1 ekor Orangutan Sumatera didapatkan pelaku dari Nanta, Kecamatan Langsa, Kabupaten Aceh Timur,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan ahli dari BBKSDA Sumut, Orangutan Sumatera (Pongo Abeli) merupakan satwa dilindungi dan dilarang untuk diperjualbelikan, sesuai dengan Permen LHK  Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, tanggal 28 Desember 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa dilindungi. SN-R