Petani Sidodadi, Mengharap Hujan Merindukan Irigasi

Petani Sidodadi, Mengharap Hujan Merindukan Irigasi
Wawancara di persawahan Desa Sidodadi. Foto: Ist

RUDI menatap langit yang sedikit mendung. Sementara Koko sibuk dengan mesin dompeng penyedot yang terdengar mengaung ber-RPM tinggi karena lubang galian kehabisan air. Kegelisahan Rudi maupun Koko persis dialami para petani yang mengusahai areal persawahan di Desa Sidodadi, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Pantauan Skalanews, Selasa (31/8), sedikitnya 60 hektare areal persawahan di desa yang tak begitu jauh dari megaproyek Daerah Irigasi Serdang. Petani Sidodadi ini mengaku mendengar kabar, Bendung Daerah Irigasi Serdang (DIS) dibangun menghabiskan dana Rp243 miliar lebih di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin untuk mengaliri 4.000 hektare lebih areal persawahan meliputi Kecamatan Beringin, Batangkuis dan Kecamatan Pantailabu di Kabupaten Deliserdang.

Rudi dan Koko petani Sidodadi ini mengaku belum pernah mendapat kabar, jika air dari bendungan megah itu sampai mengaliri persawahan masyarakat di Desa Sidodadi. “Berlangsung sejak lama hingga saat ini, nasib persawahan kami masih menyandarkan pengharapan kepada alam,” kata Rudi.

Areal persawahan yang dimanfaatkan kelompok tani untuk penghidupan keluarga mereka sudah berlangsung cukup lama. Mengandalkan turunnya hujan dan mengairi sawah menggunakan mesin penyedot air dari lubang buatan di sejumlah titik pada areal persawahan itu.