PC PMII Kota Medan Minta Rektor UINSU Sediakan Sejuta Bibit Lele

PC PMII Kota Medan Minta Rektor UINSU Sediakan Sejuta Bibit Lele
Foto: Ist

Medan Estate-Skalanews: Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Medan membentangkan spanduk, meminta Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Dr Syahrin Harahap MA agar menyediakan sejuta bibit lele untuk didistribusikan di lahan galian C milik kampus seluas kurang lebih 100 Ha di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang.

Ketua PC PMII Kota Medan Rahmat Ritonga saat dikonfirmasi kepada wartawan mengatakan, aksi minta bibit lele ini sekaligus mempertanyakan siapa aktor intelektual dari galian C secara besar-besaran di lahan tersebut.

“Aset berupa lahan yang dibeli UIN itu seharusnya dipergunakan dengan baik, tidak malah ditinggalkan begitu seolah tidak ada yang bertanggung jawab,” ketusnya.

Rahmat mengungkapkan, lahan itu pastinya dibeli dengan harga yang tidak murah.

“Harganya sangat fantastis namun aneh, pihak UIN tidak mempergunakannya. Kalau memang tidak dipergunakan, kembalikan aset tersebut kepada negara,” ujar Rahmat dalam orasinya di depan Biro Rektor UIN Sumut Kampus II Jalan Pancing, Senin (20/12).

Saat ini lahan di Desa Sena tersebut diduga sudah dikuasai oknum tertentu, dan sampai ada pihak yang menanam padi dan jagung di lahan tersebut. Juga terlihat adanya aktivitas galian C secara besar-besaran menggunakan alat berat.

“Kami menduga ada oknum tertentu di UIN Sumut yang memperjualbelikan dan menyewakannya kepada orang yang tidak bertanggung jawab atas galian C tersebut. Apa mungkin ada orang yang berani mengambil tanah itu kalau pihak UIN tidak mengetahuinya. Mustahil menurut bagi akal sehat, kalau pihak Rektorat tidak tahu di lahan itu ada galian C berarti dia bukan Rektor UIN, jika di dalam rumahnya sendiri tidak tahu  masalah,” pungkas Rahmat.

PC PMII Kota Medan akan ikut andil dalam mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Kalau dalam seminggu ini galian c tersebut tidak dihentikan. “Maka patut diduga ada oknum pihak Rektorat  mau menjual aset UIN Sumatera Utara ini,” ujarnya. SN-W16