Pasar Gambir Tembung Suasana Kian Mengerikan

Suasana Pasar Gambir Tembung Kian Mengerikan
Suasana di persimpangan Pasar Gambir, Percut Seituan, Sabtu (10/7). Foto:SN-angga

Percut SeituanSkalanews: Pandemi Covid-19 kian mengkhawatirkan. Mulai dari istilah lockdown, pembatasan berskala, hingga PPKM Darurat dan PPKM Mikro di sejumlah daerah. Pemandangan di Pasar Gambir, Tembung, Percut Seituan, Deliserdang, Sabtu (10/7), justru mengerikan. Kesibukan pasar sama saja seperti sebelum corona melanda.  

Pantauan Skalanews, di tengah pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua, sebagian besar masyarakat masih nekat mengabaikan masker dan protokol kesehatan (Prokes).

“Lebih baiklah tewas karena corona dari pada keluarga mati kelaparan karena tak bekerja,” ketus salah seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

BACA JUGA: Dua Kota Zona Merah Covid-19, Deliserdang Orange

Justru, banyaknya pedagang kaki lima menarik peminat pembeli untuk berbelanja bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga tanpa memedulikan prokes anjuran pemerintah.

Ibu Yuli misalnya. Dia berbelanja di Pasar Gambir tanpa menggunakan masker. Alasannya sederhana saja. “Kurang nyaman dan pernapasan saya terganggu saat memakai masker. Mau ngomong saja sangat susah,” katanya.

Kelihatannya, kebanyakan pengunjung pasar terlebih pedagangnya berpengalaman sama seperti Ibu Yuli. Meski tim pencegahan Covid-19 sering melakukan imbauan bahkan penertiban, belum mampu mengubah kebiasaan buruk di Pasar Gambir.

Pemerintah setempat telah menyedikan cuci tangan dengan air mengalir, nyaris tak digunakan pedagang maupun kebanyakan pengunjung di Pasar gambir.

“Penggunaan sarana cuci tangan di sini, hanya berlangsung dua hari saja di awal penerapannya, selebihnya air di tong itu pu sudah tak berkurang,” jelas pedagang lainnya.

Imbauan untuk kepatuhan menerapkan anjuran Prokes, harus secara terus-menerus dilakukan tim berkompeten di Kecamatan Percut Seituan. Pasalnya, kesadaran masyarakat masih jauh dari harapan, Padahal mengabaikan prokes sangat membahayakan di musim pandemi Covid-19 yang kian mengkhawatirkan . SN-ag