Pantai Dewi di Muara Denai, Retribusi Tergerus Abrasi

Pantai Dewi di Muara Denai, Retribusi Tergerus Abrasi
Muara Sungai Denai, dekat Pantai Dewi Indah, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang. Foto: SN-Ist

KAWASAN pantai di Timur Laut Bandara Kualanamu, Deliserdang, Medan, Sumatera Utara kini benar-benar memprihatinkan. Di Pantai Dewi misalnya, bibir pantai yang harusnya menjadi hak Hutan Bakau (Mangrove) untuk tumbuh, berubah fungsi menjadi kawasan peternakan dan tambak hingga pantai wisata yang tidak terawat.

Menelusuri jalur lintas Timur penghubung Rantaupanjang Deliserdang hingga Pantai Cermin Serdangbedagai (Sergai), kita akan melintasi banyak pertiga jalan menuju kawasan pantai.

Jalan Desa Rugemuk dari Rantaupanjang ke Pantailabu misalnya, kita akan menemukan sejumlah pertiga jalan menuju bibir pantai di Laut Selat Malaka itu.

Ironisnya, pengelola pantai yang memberlakukan retribusi wisata itu terkesan hanya mengutip uang pengunjung, tanpa menyisihkan pendapatan untuk perawatan dan pengelolaan.

Wisatanya kurang sehat dan tidak asri, tanpa penyediaan tim penyelamat wisatawan, bahkan ancaman abrasi pun terkesan dibiarkan begitu saja. Belum lagi ketika menyimak aktivitas peternakan dan tambak oleh kalangan pengusaha berskala besar di kawasan ini.

Miris, badan jalan menuju pantai tidak memperhatikan kenyamanan berkendara bagi wisatawan penikmat pantai. Terkesan hanya menggondol hasil dari daerah ini, tanpa memperhatikan prasarana jalan.

Kita buktikan dengan perjalanan menuju Pantai Dewi Indah di Muara Sungai Denai. Badan jalan ini dibiarkan bergelombang dan hanya dilapisi batu pengerasan jalan secara amburadul. Padahal setiap hari, hasil dari peternakan dan tambak udang pengusaha lalu lalang menggunakan jalur ini. Belum lagi retribusi wisata yang dikutip, namun tidak memperhatikan kenyamanan dan daya tarik wisata untuk berkunjung ke Pantai ini. Dapat kita saksikan, bibir pantai yang tergerus abrasi.