Panen Jagung di Lahan Perkotaan

Panen Jagung di Lahan Perkotaan
Pak Bagio memipil jagung hasil penennya di lahan sempit perkotaan kawasan Medan Denai. Foto::SN-p'kar

MedanSkalanews:  Walau lahan kosong di perkotaan seperti Kota Medan jumlahnya sangat terbatas, namun Pak Bagio masih bisa panen jagung dalam jumlah yang lumayan banyak.

Dengan ketekunan dan keuletannya, Pak Bagio berhasil panen dengan hasil sangat memuaskan. Dia memanfaatkan lahan kosong milik orang lain yang belum didirikan bangunan, dengan memohon izin kepada pemilik lahan.

Lelaki 68 tahun tersebut mengelola lahan yang masih kosong di daerah tempat tinggalnya, yaitu kawasan Jalan Jermal V dan sekitarnya. Menurutnya, rata-rata lahan yang diolahnya berukuran satu rumah antara 10 x 20 m atau paling banter satu rante (400) meter.

Ada beberapa ladang/lahan nganggur milik warga yang dikelolanya untuk bercocok tanam. Kali ini Pak Bagio menanam jagung kampung yang biasa dijadikan pakan ternak, tidak terlalu luas, tetapi hasilnya lumayan banyak.

“Daripada nganggur itu lahan, kan lebih bagus kita pergunakan untuk bercocok tanam,” katanya saat ditemui di rumahnya saat memipil jagung hasil panennya seminggu lalu setelah dijemur di depan rumahnya.

Untungnya Lumayan

Menurut Pak Bagio, bertanam di lokasi sempit di perkotaan seperti ini banyak sukanya, karena lokasi lahan yang diolah tidak membosankan, pasalnya ramai dan bisa saling mengawasi antartetangga.

Tetapi terkadang timbul kekecewaan dengan aksi kejahatan, yaitu pencurian oleh orang tak dikenal. Seolah maling itu sebagai pemilik lahan, sehingga para tetangga tidak mencurigai orang tersebut.

Tetapi menurut kakek dengan beberapa cucu tersebut mengatakan, soal pemasaran tidak ada masalah. Di sini tidak ada tengkulak seperti di kampung/desa. Hasil panen kita jual langsung sendiri dengan harga yang pantas.

Saat ini harga jagung sedang tinggi, berapa pun jumlah panen, toko pakan ternak pasti mau tampung. Gak kita jual ke toko pun ada konsumen datang ke rumah membeli, terutama yang memiliki hewan peliharaan ayam atau sejenisnya, kata Pak Bagio. “Lumayan mas untuk kegiatan sehari-hari daripada nganggur, untungnya  juga tidak mengecewakan. Yang penting tidak malas,” katanya. SN-kb