Sumut  

Ombudsman Sumut Panggil Rektor UINSU

Ombudsman Sumut Panggil Rektor UINSU
Rektor UINSU Prof DR H Syahrin Harahap MA berfoto bersama saat pembibitan Dosen BLU UINSU yang tengah menjadi buah buah bibir Desember lalu. Foto: Ist

MedanSkalanews: Gonjang-ganjing penerimaan dosen tetap BLU UIN Sumut akhirnya menemui titik terang. Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara memproses laporan masyarakat yang masuk. Ombudsman Sumut memanggil Rektor perguruan tinggi itu, Prof DR H Syahrin Harahap MA untuk hadir, Kamis 20 Januari 2022.

Informasi  yang diperoleh wartawan Rabu (12/1), pemanggilan terhadap Rektor UIN Sumut dilayangkan Ombudsman Sumut melalui surat resmi bernomor B/0022/LM.11-02/I/2022, tertanggal 12 Januari 2022. Isinya meminta penjelasan secara langsung Rektor UIN Sumut atas kisruh penerimaan Dosen BLU UIN Sumut yang diduga terjadi malaadministrasi.

Dalam surat tersebut disampaikan bahwa Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap diminta hadir pada Kamis, 20 Januari 2022, pukul 10.00  WIB, di Ruang Rapat Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

Surat tersebut berisikan pemanggilan Syahrin Harahap atas laporan masyarakat berinisial MTHT perihal dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Rektor UIN Sumut dalam penyelenggaraan proses rekrutmen dosen tetap BLU Non-PNS Tahun 2021, sebagaimana dalam surat yang masuk dengan Nomor : B/0905/LM.11-02/0299.2021/XII/2021 tertanggal 30 Desember 202. Lalu Ombudsman Sumut  kembali menerima laporan masyarakat berinisial BS dengan substansi yang sama.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar yang dikonfirmasi membenarkan pemanggilan terhadap Rektor UIN Sumut terkait kisruh penerimaan dosen tetap BLU.

“Benar, kita memanggil Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap untuk dimintai penjelasan secara langsung terkait kisruh penerimaan dosen tetap BLU non-PNS atas laporan masyarakat ke Ombudsman,” ujar Abyadi, Rabu (12/1) di Medan.

Lebih jauh dia mengatakan, Ombudsman pada prinsipnya ingin mendapatkan penjelasan langsung dari Rektor tentang proses penerimaan dosen BLU itu, karena banyak kejanggalan sebagaimana dilaporkan masyarakat.

“Kita berharap Rektor UIN Sumut kooperatif menghadiri panggilan kita, serta sekaligus memberikan penjelasan secara langsung. Sebab sesuai UU No 37/2008 tentang Ombudsman RI, Pasal 31 menyebutkan, bila terlapor maupun saksi telah dipanggil dan tidak menghadiri panggilan sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa alasan yang jelas, maka Ombudsman bisa meminta bantuan Kepolisian untuk melakukan upaya menghadirkan paksa terlapor,” jelas Abyadi secara gamblang. SN-W16