Sumut  

MUI Sumut Imbau Umat Hargai dan Hormati Ibadah Perayaan Natal

MUI Sumut Imbau Umat Hargai dan Hormati Ibadah Perayaan Natal
Prof Asmuni, Sekretaris Umum MUI Sumut. Foto: Ist

MedanSkalanews: Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), Prof Asmuni mengimbau umat agar menghargai dan menghormati beribadah umat lain menurut keyakinannya dalam perayaan Natal Tahun 2021.

“Islam sangat menghormati, apalagi Indonesia yang sangat majemuk, suasana kondusivitas perlu dijaga dan menjadi tanggung jawab bersama,” kata Asmuni kepada media, Senin (20/12) di Kantor MUI Sumatera Utara.

Menurutnya, perayaan Natal bagi Umat Kristiani tanggal 25 Desember tidak lama lagi. “Sebagai sesama umat beragama kita harus menjaga semangat pluralistis yang sudah baik di tengah keberagaman masyarakat.

Perayaan Natal merupakan ritual keagamaan yang setiap tahunnya dilaksanakan secara khidmat oleh umat Kristiani, dan umat Islam diimbau tetap menghormati dan menjaga harmoni yang sudah terbangun dengan baik selama ini,” ujar Guru Besar UIN Sumatera Utara ini.

Lebih jauh dijelaskan, terkait dengan perayaan Natal, Umat Islam tetap berpegangan pada Fatwa MUI tahun 1981 saat Buya Hamka  sebagai Ketua Umum MUI Pusat dan hingga sekarang Fatwa tersebut menjadi pegangan Umat Islam, bahwa perayaan Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram, menyangkut ikut dalam perayaan ritual religiusnya,” ucap Prof Asmuni.

Penggunaan atribut Natal bagi umat Islam, tegas Asmuni,  hukumnya haram, karenanya MUI meminta para pihak untuk saling menghormati dalam suasana toleransi antarumat beragama. Begitupun menyangkut aspek muamalahnya, Islam sangat menghormati karena ini konteksnya bekerja, bisnis dan lainnya. Silakan saja bekerja dengan umat yang lain dan bukan menyangkut akidah.

“Rasulullah Muhammad SAW pernah melakukan muamalah dengan  orang  Yahudi saat Rasulullah menggadaikan baju besinya,” sebut Asmuni.

Pada bagian lain, Asmuni juga mengingatkan, bahwa terkait perayaan tahun baru yang biasanya ditandai dengan menyalakan dan meledakkan mercon, Islam mengharamkan, dan MUI tegas untuk ini.

“Kami mengimbau untuk tidak ikut-ikutan bermain mercon, begitu pula agar jangan ada yang melakukan sweeping dan main hakim sendiri akibat mercon. Serahkan kepada aparat keamanan dan penegak hukum untuk di proses,” kata Asmuni yang juga mantan Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara ini. SN-W16