Meryl Minta Bentuk Satgas dan Perbanyak Duta Antinarkoba

Meryl Minta Bentuk Satgas dan Perbanyak Duta Antinarkoba
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara Meryl Rouli Saragih. Foto: Ist

MedanSkalanews: Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara, Meryl Rouli Saragih meminta perlunya dibentuk Satgas dan memperbanyak Duta Antinarkoba.

Hal tersebut, menyusul keprihatinannya atas penggerebekan Narkoba di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) belum lama ini,  membuat dunia pendidikan di Sumut tercoreng.

“Penggerebekan tersebut semakin menguatkan dugaan kita bahwa Narkoba telah masuk ke ranah yang sebelumnya tidak kita bayangkan dan harus segera dicarikan solusinya agar kasus serupa tidak terjadi di kemudian hari dan terjadi di kampus-kampus lainnya,” ujar Meryl dalam pernyataan tertulisnya diterima, Sabtu (16/10).

Meryl menambahkan, bahwa perlu ada kerjasama semua pihak untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang lagi, mengingat bahwa Sumatera Utara sudah darurat Narkoba dengan ditetapkannya sebagai provinsi peringkat pertama penyalahgunaan Narkoba

“Salah satu upaya yang bisa menanggulangi Narkoba dari Kampus adalah dengan membentuk Satgas di kampus atau dengan memperbanyak Duta Antinarkoba di setiap kampus,” ungkap anggota Komisi A tersebut.

Meryl juga menyampaikan, bahwa dalam hal pemberantasan Narkoba sebaiknya pemerintah tidak main-main dan harus memiliki upaya yang maksimal, karena Narkoba memiliki daya hancur yang sangat luar biasa.

“Kalau ini dibiarkan, akan terus merajalela bahkan mirisnya di lembaga pendidikan pun dijadikan sarang untuk melakukan aktivitas penyalahgunaan Narkoba. Tentu generasi ke depan akan menjadi generasi yang tidak bisa diharapkan dan tentu akan berbahaya bagi kelangsungan negeri ini,” ungkap Meryl.

Selanjutnya Meryl menekankan, harus ada upaya yang dilakukan pihak kampus untuk lebih melakukan kontrol terhadap aktivitas mahasiswa di kampus, terutama di saat jam kuliah kosong dan mendukung pemberian sanksi berat bila benar mahasiswa USU menjadi salah satu pengedar Narkoba.

“Pastinya para pengguna Narkoba akan melakukan aksinya saat kampus sedang tidak melakukan aktivitas perkuliahan, dan saya sangat menekankan perlu upaya kontrol terhadap aktivitas yang dilakukan mahasiswa dan tentu saya mengapreasiasi langkah yang dilakukan oleh Rektor USU dalam melakukan sanksi drop out (DO) bagi mahasiswa apabila menjadi pengedar Narkoba di lembaga pendidikan,” sebut Meryl. SN-Rel