Medan  

Mansyur Hidayat Pasaribu Raih Doktor Manajemen Pendidikan Islam UIN SU

Mansyur Hidayat Pasaribu Raih Doktor Manajemen Pendidikan Islam UIN SU
Mansyur Hidayat Pasaribu di antara para dosen penguji dan keluarga. (Foto: AS)

Medan-Skalanews | Mansyur Hidayat Pasaribu raih Doktor untuk Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), Senin (7/8/2023) di Kampus UIN SU II Jalan Pancing Medan.

Dalam pemaparannya di depan para penguji, Mansyur Hidayat Pasaribu secara lugas menjawab seluruh pertanyaan tentang hasil penelitian disertasinya yang berjudul “Pengaruh Budaya Kerja, Kecerdasan Emosional, Karekteristik Individu dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Guru MTs Negeri Kabupaten Deli Serdang”.

Menurut Mansyur, ada beberapa faktor menjadi alasan yang mempengaruhi budaya kerja, dan itu berimplikasi pada pengembangan karir guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Deliserdang.

“Kita merasa resah dengan rendahnya kinerja guru Tsanawiyah Negeri terutama di Deliserdang. Akibat dari keresahan itulah kita coba mengeksplorasi apa yang menjadi penyebab rendahnya kinerja guru tersebut,” ujar Mansyur Hidayat Pasaribu kepada media.

Menurut Mansyur, rendahnya kinerja guru disebabkan faktor yang paling dominan adalah pengembangan karir. Dikarenakan ketidakjelasan antara karir dan regulasi yang mengaturnya, maka itu juga mempengaruhi bagi peningkatan kinerja guru.

“Harus ada regulasi yang jelas oleh pemerintah terkait pengembangan karir guru, dan itu harus dimulai dari rekrutmen jabatan yang objektif dan transparan, maka itu akan melahirkan guru yang memiliki kualitas yang baik serta berdampak pada peningkatan kinerjanya,” ujar Ketua MD KAHMI Deliserdang ini.

Sejauh ini, menurut Mansyur, berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan metode smart PLS untuk melihat sejauh mana kontribusi kebijakan ini mempengaruhi.

“Berdasarkan hasil penelitian yang menjadi persoalan rendahnya kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Deliserdang khususnya, hal yang paling dominan adalah soal pengembangan karir. Artinya, jika ada kejelasan pengembangan karir ini akan mempengaruhi kinerjanya dan itu harus ada garansi bagi peningkatan karir para guru tersebut,” sambungnya.

Menurut Mansyur, penelitian yang dilakukan lebih dari enam bulan ini memberikan gambaran secara objektif, bahwa faktor yang mempengaruhi budaya kerja bagi pengembangan karir guru harus dimulai dari proses yang baik pula.

“Inilah gambaran umum yang kami dapatkan berdasarkan hasil penelitian, dan saya sedang mempersiapkan desain khusus untuk bisa memberikan solusi, salah satunya lewat pelatihan yang dilakukan secara kontinyu, dan Insya Allah kita siap berkontribusi untuk hal tersebut,” sambung mantan aktivis HMI cabang Medan ini.

Di hadapan para Penguji yang terdiri dari Prof Dr Fachrudin Azmi, MA, Dr Rusydi Ananda, MPd, Dr Khairuddin, MPd serta Penguji Eksternal Prof Elfianto, MPd dari FKIP UMSU, Promotor Prof Dr Didiek Santoso, MPd, Prof Dr Candra Wijaya, MPd dan sidang dibuka oleh Dekan FITK sekaligus Ketua sidang terbuka Prof Dr Tien Rafida, MA, Mansyur secara lugas dan jelas memberikan paparan dan alasan dari hasil penelitian tersebut.

Sementara itu Sekretaris sidang Prof Dr Candra Wijaya,MPd, menyampaikan bahwa, Mansyur Hidayat Pasaribu mendapatkan nilai 96 sangat memuaskan dan juga tercatat sebagai alumni program Doktor Manajemen Pendidikan Islam, yang kedua pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN SU. * SN-AS