Medan  

Mangkir, Ombudsman Segera Panggil Rektor UINSU Syahrin Harahap

Mangkir, Ombudsman Segera Panggil Rektor UINSU Syahrin Harahap
Abyadi Siregar. Foto: Ist

MedanSkalanews: Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap MA, mangkir. “Dia tidak menghadiri undangan Ombudsman RI Perwakilan Sumut untuk memberikan klarifikasi secara langsung atas kisruh dan carut-marutnya penerimaan Calon Dosen (Cados) BLU Non-PNS Tahun 2021 universitas itu,” kata Abyadi Siregar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Kamis (20/1).

Seyogianya, Rektor UIN Sumut hadir memberikan klarifikasi secara langsung kepada Ombudsman pada Kamis (20/1/2022), pukul 10.00 WIB, terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerimaan dosen tetap BLU, sesuai undangan Ombudsman Sumut melalui surat resmi bernomor: B/0022/LM.11-02/I/2022 tanggal 12 Januari 2022.

“Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap tidak hadir tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas,” kata Abyadi di Kantor Ombudsman Sumut.

Abyadi menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima Ombudsman, banyak kejanggalan dalam penerimaan dosen tetap BLU di UIN Sumut. Di antaranya, pengumuman perekrutan dosen dan pendaftaran yang waktunya bersamaan. Seleksi berkas yang waktunya hanya 1 hari, padahal jumlah pendaftar sangat banyak mencapai hampir 1.300 orang.

Karena singkatnya waktu pemeriksaan berkas, hingga ada sejumlah peserta dengan nama Jalan, lulus seleksi berkas. Selain itu, lanjutnya, ada juga sejumlah peserta yang tidak mendaftar atau tidak lulus berkas, tapi namanya muncul dan lulus seleksi kemampuan dasar (SKD), bahkan ada yang lulus hingga seleksi akhir.

Tidak hanya itu, imbuh Abyadi, berdasar keterangan korban, ada dugaan permainan antara Tim Pansel dari UIN Sumut dengan pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pelaksana seleksi untuk meluluskan orang-orang tertentu yang merupakan titipan. Sehingga ada kesan seleksi dilakukan hanya sebagai formalitas saja.

“Karena itulah kita ingin meminta keterangan langsung dari Pak Rektor untuk mengklarifikasi adanya kejanggalan dan dugaan terjadinya kecurangan dalam penerimaan dosen tetap BLU itu,” ujar Abyadi.

Layangkan Panggilan

Karena tidak hadir memenuhi undangan, Ombudsman RI Perwakilan Sumut akan melayangkan pemanggilan kepada Rektor UIN Sumut.

“Dalam waktu dekat kita akan kirim surat panggilan pertama kepada Rektor UIN Sumut, karena dia mangkir, alias tidak memenuhi undangan kita, tanpa alasan dan pemberitahuan,” jelas Abyadi.

Ombudsman, katanya, menginginkan para terlapor maupun saksi kooperatif. Karenanya dalam setiap pemeriksaan laporan masyarakat, selalu diawali dengan undangan kepada terlapor untuk memberi klarifikasi. Namun jika undangan tidak dipenuhi, maka Ombudsman akan melakukan pemanggilan.

“Sesuai kewenangan yang dimiliki Ombudsman berdasarkan Pasal 31 UU No. 37 tahun 2008 tentang Ombudsman, kita bisa melakukan pemanggilan terhadap terlapor dan saksi untuk diperiksa dan dimintai keterangannya. Dan jika sampai tiga kali mangkir, Ombudsman bisa melakukan panggilan paksa dengan meminta bantuan Polda Sumut. Ombudsman dan Polri sudah memiliki MoU kerjasama untuk menangani laporan masyarakat,” tegasnya.

Lanjut Abyadi, pihaknya berharap Rektor UIN Sumut bisa memahami tugas dan fungsi Ombudsman, kooperatif serta bersedia datang ke Kantor Ombudsman untuk memberikan penjelasan.

“Sebagai akademisi dan seorang guru besar, Rektor UIN Sumut harusnya bisa memberikan contoh dan keteladanan yang baik bagi masyarakat dan mahasiswanya, serta taat dan patuh pada aturan yang ada,” tegas Abyadi.

Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap, hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi terkait alasan ketidakhadirannya memenuhi undangan Ombudsman itu. SN-W16