Medan  

Learning Good Government, Role Model Perubahan Layanan Birokrasi

Learning Good Government, Role Model Perubahan Layanan Birokrasi
Irjen Pol Prof Dr H Dadang Hartanto, SH, S.IK, M.Si pada pidato pengukuhan Guru Besar UMSU dalam Bidang Ilmu Adminstrasi Publik, didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si, beserta pejabat utama Mabes Polri, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MA, Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Gubsu, para ulama dan tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa dan warga civitas akademika UMSU, Sabtu (27/5). | Foto: SN-AS

Medan-Skalanews | Perubahan dunia yang cepat, bertransformasi dengan majunya ilmu dan teknologi, mengharuskan adanya perubahan dari sisi layanan. Begitu pun dalam layanan birokrasi pemerintah, bahwa perubahan tersebut harus berbanding lurus pada sisi layanan publik.

Hal ini disampaikan Irjen Pol Prof Dr H Dadang Hartanto, SH, S.IK, M.Si pada pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara atau UMSU dalam Bidang Ilmu Adminstrasi Publik, Sabtu (27/5) di hadapan civitas akademika UMSU serta undangan dan tamu kehormatan yang hadir.
Pidato pengukuhan Guru Besar yang berjudul “Good Government Berbasis Learning Organization di Era Vuca”.

“Hubungan organisasi dan lingkungan bagian penting bagi perubahan dalam tata kelola organisasi. Organisasi apapun itu agar mampu bertahan di era Vuca”,ujar Prof Dadang Hartanto.

VUCA atau singkatan dari Volatility, Uncerteinty, Complexity dan Ambigiuty. VUCA adalah kondisi perubahan yang begitu cepat, penuh ketidakpastian, sangat kompleks dan menimbulkan kebingungan, disebabkan terjadinya proses transformasi digital dan teknologi informasi.

“Proses perubahan yang cepat itu menjadi sebuah keharusan dan percepatan melakukan Learning Organazation, memahami peta perubahan dan dinamika yang terjadi di masyarakat”,ucap mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.

Learning Good Government, Role Model Perubahan Layanan Birokrasi
Irjen Pol Prof Dr H Dadang Hartanto, SH, S.IK, M.Si pada pidato pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara atau UMSU dalam Bidang Ilmu Adminstrasi Publik, Sabtu (27/5). | SN-AS

Lebih jauh dipaparkan Prof Dadang, bahwa kemajuan peradaban manusia kedepannya sangat ditentukan pada penguasaan teknologi berbasis digitalisasi.

“Era revolusi industrialisasi 4.0, mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang begitu cepat, terutama dunia digital, bahwa dengan mudah masyarakat mampu mengakses berbagai informasi secara cepat, terbuka dan transparan tanpa ada filter yang mampu mengkanalisasi kebenaran informasi yang didapat”, sambung Dosen Widyaiswara Utama Polri ini.

Selanjutnya di paparkan dalam konteks pemerintahan, di era seperti ini birokrasi di tuntut mengedepankan nilai-nilai pada penegakan hukum dan kebebasan berpendapat, sehingga tidak menimbulkan beragam tafsir liar ditengah masyarakat.

“Kemajuan teknologi digital melakukan kebebasan dalam berinteraksi sosial, munculnya keberanian masyakarat dalam persoalan sosial, kekuatan netizen saat ini tidak akan mampu dibatasi, sebab mereka (netizen) memposisikan sebagai jurnalis dan redaktur yang setiap saat mampu memunculkan beragam informasi ditengah masyarakat, lewat teknologi digitalisasi”,sambung Jenderal murah senyum ini.

Isu apa saja dapat dijadikan sebagai konsumsi publik yang jika tidak di filter akan merusak tatanan sosial bahkan dapat memunculkan persoalan ditengah Keberagaman bangsa.

“Learning Organazation sangat penting terimplementasi dalam tata kelola pemerintahan dan mendorong untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat lainnya”,tambah Prof Dadang.

Bahkan terjadinya Gap Generation akan berpengaruh terhadap perkembangan generasi yang ada. Netizen memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan dikarenakan adanya reaksi terhadap perubahan lingkungan yang bersifat reaktif.

“Pendekatan birokrasi tradisional akan tertinggal di era Vuca, dikarenakan ketidakmampuan dalam pengorganisasian dan menerapkan disiplin berakibat terjadinya kevakuman, pemimpin juga di tuntut memiliki peran strategis dalam perubahan organisasi”, sambungnya

Learning Organization mendorong percepatan perubahan kultural di tingkat birokrasi dengan menerapkan prinsip thinking of sistem menjadi alat analisis dalam mengkaji reaksi sosial yang terjadi cepat.

“Thinking of sistem merupakan bagian terpenting bagi perubahan tata kelola birokrasi dan menjadi role model dalam layanan birokasi berbasis learning organization kedepannya”,ujar Prof Dadang Hartanto.

Sidang senat terbuka pengukuhan Guru Besar ini, dibuka Rektor UMSU Prof Dr Agussani, M.AP didampingi para Wakil Rektor, serta dihadiri langsung Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si, beserta pejabat utama Mabes Polri, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MA, Kapolda Sumatera Utara, Pangdam I/BB, Gubernur Sumatera Utara, para ulama dan tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa dan warga civitas akademika UMSU lainnya. * SK/AS