Lahan Sport Center di Batangkuis Jadi Ladang Jagung

Lahan Sport Center di Batangkuis Jadi Ladang Jagung
Kantor Kepala Desa Sena (foto kiri) Transkrip konfirmasi dengan Kades Senan Bayu Anggara. Foto: Ist

BatangkuisSkalanews: Lahan Sport Center yang dibangga-banggakan olahragawan Sumatera Utara, beberapa bulan terakhir berubah menjadi ladang jagung. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi perlu mengambil langkah.

Berdasarkan penelusuran Skalanews, warga berani menanam jagung karena telah membayar sewa kepada oknum yang mengaku berkompeten mengawasi lahan seluas 300 hektare yang akan menjadi tumpahan pencinta olahraga pada PON 2024.

“Kalau kalian mau menanam jagung, bayari saja sebagian lahan saya, karena saya juga membayar sewa,” sebut salah seorang petani jagung di lahan Sport Center itu, belum lama ini yang mengaku menyewa lahan Rp4 Juta per hektare untuk tiga kali panen jagung.

Dalam perbincangan rencana menyewa lahan itu, terungkap bahwa transaksi urusan menyewa dapat dilakukan dengan oknum pejabat di Kantor Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang yang dikoordinir oknum mengaku pengawas lahan bertugas di Dispora Sumut.

Bayu Sibuk Urusi Banjir

Terkait informasi penyewaan, Skalanews  menghubungi Kepala Desa Sena Bayu Anggara SH. Melalui WhatssApp di Nomor 085261475XXX, Selasa (2/11) dan Rabu (3/11), Bayu yang diberitahu ada oknum aparat bawahannya yang diduga terlibat agen penyewaan lahan Sport Center itu menyatakan mendukung untuk mengusut tuntas.

Namun setelah Skalanews  menanyakan apakah Kades mengenal pria berinisial Ji dan wanita berinisial De. Spontan Bayu menjawab bahwa dia tidak ada urusan dengan aksi sewa lahan sport center.

Ketika diminta waktunya untuk bertemu dalam konfirmasi WhatsApp itu, Bayu mengaku sedang sibuk mengurusi banjir. Ironisnya, pascadialog via WA itu, nomor awak Skalanews  pun sudah terblokir.

Sebagaimana diketahui, tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lewat papan pengumuman menegaskan larangan membongkar bangunan dan menebang tanaman serta mengambilnya karena sudah digantirugi Pemprovsu.