Korban Pembacokan Minta Polresta Deliserdang Tangkap Pelaku

Korban Pembacokan Minta Polresta Deliserdang Tangkap Pelaku
Ratna, istri Sabarullah Sembiring korban pembacokan. Foto: Ist

LubukpakamSkalanews: Sabarullah bersama istrinya Ratna mengharapkan Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, untuk segera menangkap terduga pelaku pembacokan.

Menurut korban, peristiwa pembacokan Sabarullah Sembiring warga Dusun Tiga Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang terjadi pada 12 Februari 2022.

Kabarnya, hingga saat ini pelaku masih bebas berkeliaran. Hal itu membuat Keluarga Sabarullah bersama istrinya resah dan ketakutan.

Padahal korban telah melaporkan kasus pembacokan itu ke Mapolresta Deliserdang di Lubukpakam sesaat kejadian.

Ch penduduk Desa Tanjung Gusti, Kecamatan Galang yang terduga membacok Sabarullah masih berkeliaran. Ch seakan-akan kebal hukum.

Sabarullah korban pembacokan mengatakan, peristiwa dirinya diduga dibacok Ch bersama temannya terjadi sekitar satu setengah bulan yang lalu. Tepatnya tanggal 12 Februari 2022.

Ketika itu Sabarullah Sembiring hendak ke luar rumah, tiba tiba Ch bersama temannya mendatanginya dan langsung membacok badannya. Akibatnya bagian tubuhnya koyak dengan tujuh jahitan.

Menurut Sabarullah, kronologinya berawal dari masalah tanah warisan. Dimana ia bekerja dengan Tilo, salah seorang ahli waris pemilik lahan kebun sawit di Silinda, Bangun Purba.

Tetapi rupanya saudara kandung Tilo membayar AFN alias Kp untuk memanen lahan sawit yang dijaga Sabarullah. Oleh Sabarullah dilarang. Tetapi AFN alias Kp tidak senang dan akhirnya menyuruh anak buahnya Ch membacok Sabarulah.

AFN kabarnya telah diamankan pihak kepolisian namun tidak dalam kasus penganiayaan Sabarullah. Sedangkan Ch bersama temannya yang membacok Sabarullah, sejak dilaporkan ke Polresta 28 Februari 2022 lalu sampai saat ini masih berkeliaran.

Briptu Kevin Donaro selaku penyidik dugaan kasus penganiayaan terhadap Sabarullah Sembiring ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (4/3/2022) mengatakan kasusnya sedang dalam proses penyelidikan.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Nanti kalau udah apa kita kabari ya”, ucap Briptu Kevin Donaro. Penyidik Pembantu itu membantah bila pengaduan kasus penganiayaan yang sudah satu bulan lebih itu dipetieskan.

“Tidak, tetap lanjut. Nanti perkembangannya akan kita kabari,” tambah Briptu Kevin. SN-R

Sumber berita: desernews.com