Harga Karet Lesu, Balakka Jadi Alternatif Warga Paluta

Harga Karet Lesu, Balakka Jadi Alternatif Warga Paluta
Pohon Balakka sedang berbuah di Padangbolak Julu, Paluta. Foto: SN|munawir siregar

GunungtuaSkalanews: Balakka, pohon jenis perdu ini tidak mudah tumbuh di setiap daerah seperti pohon lainnya. Pohon ini mudah tumbuh dan ditemukan di bumi Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, sehingga menjadi alternatif pendapatan warga di tengah harga karet yang semakin lesu.

Perkembangan perkebunan kelapa sawit dan karet menyebabkan pohon ini pun tumbuh langka di Padanglawas Utara.

Referensi menguraikan, Balakka juga disebut malaka di Padangbolak, Paluta. Dari bahasa asing ada menyebut amalaka. Kikisan batangnya diolah menjadi penyedap dan pelengkap masakan khas Padangbolak dikenal dengan nama Holat.

Selain menjadi bahan masakan khas, juga bisa menjadi bahan obat-obatan. Itulah yang menjadikan pohon ini menjadi istimewa.

Kini, pohon yang tumbuh subur ini menjadi batu loncatan penghasilan bagi Baginda. Salah seorang warga di Kecamatan Padangbolak Julu di tengah pandemi.

Warga Padangbolak Julu yang mayoritas berpenghasilan bersawah dan petani karet, kini menjerit akibat lesunya harga jual getah karet. Kondisi ini harus memutar isi kepala warga, termasuk Baginda dengan berpenghasilan dari pohon balakka.

Kepada Skalanews, Minggu (18/9), Baginda menyebutkan bahwa banyak rumah makan yang mau menampung Pohon Balakka  yang diambilnya.

Batangni balakkai digotap-gotap (batang balakka dipotong-potong) sekitar 50 centimeter, baru dijual,” terangnya.

Dalam satu batang dijual Rp5.000,- dan dijual sekali seminggu. “Kadang dapat Rp150 ribu sekali menjual kepada agen,” akunya. SN-W21