Medan  

Kloter II Asal Deliserdang Tiba di Tanah Air

Kloter II Asal Deliserdang Tiba di Tanah Air
Ustaz H Junaedi Husda SAg MM, saat tiba di Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan. (Foto: AS)

Medan-Skalanews | Kelompok Terbang (Kloter) II asal Deliserdang sebanyak 357 orang jemaah haji, tiba di tanah air sekira pukul 03.20 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda GA 3202 mendarat di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deliserdang.

Selanjutnya seluruh petugas haji berangkat menuju Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan (Ahmed) untuk persiapan kepulangan jemaah haji sekaligus memastikan barang bawaan jemaah tidak ada yang tertinggal.

Salah seorang petugas haji yang ikut dalam rombongan Kloter II asal Deliserdang, Junaidi Husda, kepada media menyampaikan, seluruh rangkaian proses pelaksanaan ibadah haji selama di Kota Suci Makkah dan Madinah berjalan baik.

“Alhamdulillah selama proses pelaksanaan haji seluruhnya berjalan baik dan lancar, baik saat di Makkah maupun di Madinah. Seluruh jemaah terlayani dengan baik, mulai penginapan, katering hingga transportasi semuanya berjalan baik,” ujar H Junaedi Husda kepada media, Kamis (6/7/2023) di Ahmed Pangkalan Mansyur Medan.

Menurut petugas pembimbing haji ini, bahwa tantangan selama melaksanakan ibadah haji terkait iklim yang berbeda dengan Indonesia. Cuaca panas terik menjadi salah satu hal yang menjadi masalah, terutama bagi jemaah yang berusia lanjut.

“Cuaca panas menjadi hal yang banyak dikeluhkan jemaah haji, mengingat panas teriknya sampai 43⁰, tentunya ini berbeda dengan panas di Indonesia. Namun kesabaran terus kami ingatkan, dan tetap mengonsumsi air putih dan buah agar tidak dehidrasi, sekaligus lafaz istighfar terus diucapakan sebagai penawar di tengah sengatan panas tersebut,” ujar Wakil Ketua PW Al-Washliyah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini.

Hal lain juga disampaikan ustaz kondang ini yang menjadi viral, tentang persoalan transportasi jemaah hingga menyebabkan terjadinya penumpukan jemaah. Bahkan bus yang disediakan jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah jemaah yang ada.

“Persoalan transportasi menjadi problem apalagi saat menjelang wukuf di Arafah. Begitu saat kembali, dalam waktu yang bersamaan terjadi penumpukan dengan seluruh jemaah dari berbagai negara. Akhirnya terjadi penumpukan di beberapa titik hingga akhirnya jemaah tidak terangkut ke dalam bus. Namun begitu, langkah cepat dilakukan petugas haji hingga akhirnya persoalan itu dapat diatasi, dan seluruh jemaah dapat terangkut kembali,” sambung dai muda ini.

Adapun yang menjadi catatan selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2023 ini, Junaidi Husda memberikan saran kepada pemerintah, agar saat pelaksanaan haji peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) jangan mendominasi tugas para petugas haji yang sudah ditunjuk pemerintah.

“Kedepannya kami berharap agar pemerintah mengingatkan KBIH agar tidak mencampuri tugas kami sebagai petugas haji. Sebab di lapangan terjadi kerancuan yang akhirnya jemaah lebih mendengar petugas KBIH ketimbang kami yang sudah ditunjuk. Sebab saat pelaksanaan haji, baik di Makkah dan Madinah, kamilah yang bertanggung jawab pada jemaah sebagaimana pesan yang disampaikan pemerintah,” ujar Ustaz Junedi Husda di akhir wawancara. * SN-AS