Ketika Sujud Sahwi Menjadi Wajib

Ketika Sujud Sahwi Menjadi Wajib
Ustad Darlis di Masjid Raya Miftahul Iman. Foto: Ist

MedanSkalanews: Al Ustad DR Ahmad Darlis MPdI mengatakan, hukum Sujud Sahwi dalam Salat bisa menjadi Wajib, terutama kepada Makmum pada saat berjamaah.

Para ulama beralasan, karena ketika imam melakukan Sujud Sahwi pasti mempunyai alasan, di antaranya untuk menyempurnakan salat yang diimaminya, karena ada terlupakan.

Demikian salah satu bahasan yang disampaikan Al Ustaz DR Ahmad Darlis dalam pengajian Minggu (3/10/2021) usai Salat Subuh di Masjid Raya Miftahul Iman, Jalan Panglima Denai Medan.

Menurut ustaz, Sujud Sahwi adalah sunah, namun demikian harus dilihat konteks pelaksanaannya di dalam Salat. Namun demikian banyak lagi pendapat para ulama terkait masalah itu.

Pengajian Minggu Subuh yang dimoderatori Imam Besar Masjid Raya Miftahul Iman, Al Ustaz M Ridwan Harahap MPdI tersebut semakin hidup tatkala para jamaah melakukan berbagai pertanyaan.

Penyempurna Salat

Ustaz Darlis menyebutkan, Sujud Sahwi dilakukan pada saat terakhir salat sebelum salam, baik ketika salat sendiri maupun ketika mengikut imam.

Bisa juga dilakukan saat setelah usai salat, tetapi waktunya seketika sebelum kita bangkit dari duduk terakhir setelah salam, bila ketika itu teringat untuk menyempurnakan ibadah salat dan jika hal itu menjadi penting bagi kita.

Tetapi perlu diingat, Sujud Sahwi dilakukan hanya sebagai penyempurna salat atau menutupi kekurangan pada bagian-bagian rukun tertentu saja yang berkategori tidak wajib.

Misalnya pada Salat Subuh lupa membaca Qunut, maka imam bisa melakukan Sujud Sahwi dan itu wajib diikuti oleh makmum, karena jika tidak, maka salat yang dilakukan makmum bisa menjadi batal, sedangkan imam tetap dianggap sah salatnya.

“Lebih amannya, ikuti saja apa yang dilakukan imam, kecuali imamnya lupa melaksanakan rukun, makmum bisa mengingatkan,” sebut Ustaz Darlis.

Sujud Sahwi tidak bisa dilakukan sebagai penyempurna salat, bila yang terlupa merupakan rukun wajib di dalam Salat, misalnya lupa membaca Alfatihah.

Jika kasusnya seperti itu, lebih baik dibatalkan dan mengulang salat dengan yang lebih sempurna lagi, tambah ustaz. SN-KB