Kejati Sumut Sebut Pernah Panggil Pihak Dinas Pendidikan Labusel

Kejati Sumut Sebut Pernah Panggil Pihak Dinas Pendidikan Labusel
Foto: Ist

MedanSkalanews: Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan (Labusel), sudah pernah memanggil pihak Dinas Pendidikan Labusel terkait dugaan penyimpangan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi.

“Sekitar bulan April lalu Kejari Labusel sudah memanggil Pihak Dinas Pendidikan Labusel, tapi masih tahap penyelidikan,” kata Gufran dari Seksi Penkum Kejati Sumut saat menemui massa Ikatan Mahasiswa Anti Korupsi (Imakor) Sumut, Rabu (10/11), di depan gerbang gedung Kejati Sumut.

Gufran mengatakan aspirasi dan tuntutan Imakor Sumut secepatnya dia sampaikan kepada Kejari Labusel. “Mohon adik-adik bersabar menunggu proses dari pihak Kejari Labusel,” harapnya.

Koordinator Aksi, Ridho Pasaribu, dalam orasinya meminta pihak Kejati Sumut segera memanggil dan memeriksa Kadis Pendidikan (Kadisdik) Labusel atas dugaan korupsi pada penggunaan Dana BOS Afirmasi dengan nilai Anggaran Rp60 juta per sekolah dengan target 74 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Anggaran (TA) 2020.

“Kami meminta agar bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut segera menindaklanjuti dugaan korupsi yang kami sampaikan serta mangusutnya secara tuntas,” kata Ridho Pasaribu.

Menurut Rido, pihaknya menduga kuat, penggunaan Dana BOS Afirmasi di Dinas Pendidikan itu sarat terjadi penyelewangan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dan dapat mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Imakor menyatakan siap mengawal dan mendukung pihak Kejati Sumut dalam mewujudkan Sumut bebas korupsi khusus Dinas Pendidikan Labusel. SN-ir