Kabar Duka dan Bendera Merah Kematian Makin Banyak Saja

Kabar Duka dan Bendera Merah Kematian Makin Banyak Saja
Kabar duka kian kencang di toa masjid. Foto:Ilustrasi

DeliserdangSkalanews: Pascapenerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah, termasuk Deliserdang dan Kota Medan, kabar duka dan bendera merah pertanda kematian belakangan makin banyak saja.

Hal itu ditandai dengan munculnya berbagai kabar duka yang ramai menghiasi layar ponsel WhatsApp, pengumuman duka melalui menara masjid dan musala di pagi hari hingga penemuan bendera merah informasi ke arah rumah duka, hingga rombongan perjalanan keluarga mengantar warga dengan keranda hijau ke pemakaman.

Informasi diperoleh, relawan di pekuburan Covid-19 seperti yang di Seirotan, Percut Seituan, Deliserdang juga mengaku, belakangan ini kerja penuh waktu melakukan penguburan jenazah Covid-19 yang terus berdatangan diantar ambulans.

BACA JUGA: Kantong Jenazah dan Peti Mati Covid-19 Bukan Tanggungan Pemkab

“Kondisi ini kontra produktif dengan harapan dari penerapan PPKM, pulihnya kesehatan dan perekonomian masyarakat Indonesia. Kabar duka justru menjadi trending topic yang memilukan,” kata Ahmad Surbakti, warga Laut Dendang, Percut Seituan, Deliserdang, Kamis (12/8), kepada Skalanews.

Dia mengaku kecewa terhadap buah kebijakan PPKM. “Hemat saya, PPKM justru berdampak terhadap kesulitan, tidak efektif terhadap pemutusan matarantai Covid-19. Buktinya, usai PPKM kabar duka semakin kencang,” keluhnya.

Menurutnya, akan lebih bermanfaat jika pemerintah lebih fokus terhadap perbaikan perekonomi masyarakat, dengan mengenyampingkan kepentingan pribadi atau instansi yang saat ini cenderung digambarkan sebagai kebijakan yang gagal.

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Kalimat itu terus saja terdengar dari menara masjid. Sebagian besar duka itu didesas-desuskan akibat serangan Virus Corona,” ungkapnya. SN-W17