Daerah  

JMM Minta Polisi Tahan Lima Politisi Labura dan Hukum Efek Jera

JMM Minta Polisi Tahan Lima Politisi Labura dan Hukum Efek Jera
Ketua JMM Sumatera Utara Fahrul Harahap. Foto:Ist

MedanSkalanews: Elemen masyarakat mengapresiasi kinerja Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Asahan pascapenetapan status tersangka terhadap lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu Utara (Labura) yang terlibat kasus narkoba, tertangkap belum lama ini di salah satu lokasi hiburan malam di Kisaran. JMM minta kelima politisi Labura itu ditahan dan diproses hukum dengan sanksi efek jera.

Ketua Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumatera Utara (Sumut) Fahrul Harahap, Senin (16/8), kepada media di Medan mengatakan, penetapan tersangka tidak cukup, tapi harus dikenakan proses hukum yang dapat memberikan efek jera bagi oknum pejabat nakal seperti lima anggota DPRD Labura itu.

Dikatakan, terhadap kasus yang bermuara dari dunia gemerlap atau dugem dan pesta narkoba pada masa pandemi menjerat lima anggota DPRD Labura itu, harusnya ditahan, tak cukup hanya menjalani rehabilitasi. “Mereka itu pejabat publik, harusnya sebagai motor untuk melakukan protokol kesehatan (Prokes), bukan malah melanggar PPKM level-3 yang diberlakukan pemerintah,” kata Fahrul Harahap.

Menurutnya, Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumatera Utara (Sumut) menaruh harapan besar kepada Kapolres Kabupaten Asahan agar lebih jeli melihat kasus ini. Apalagi, katanya, kelima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Labuhanbatu Utara tersebut bukan hanya positif narkoba namun mereka juga telah melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tengah diberlakukan pemerintah,” ujar Fahrul. SN-W22