Jalur Lalin di Pusat Perbelanjaan Tradisional Alami Kemacetan

Jalur Lalin di Pusat Perbelanjaan Tradisional Alami Kemacetan
Suasana di salah satu ruas jalan di seputaran pusat perbelanjaan Pasar Tiga Datuk Kabu Medan macet. Foto:Ist

MedanSkalanews: Diberlakukannya kebijakan PPKM di  Kota Medan sekitarnya, Selasa (13/07), suasana di jalur lalu lintas (lalin) di seputaran pusat perbelanjaan tradisional di Medan kembali alami kemacetan, setelah hari pertama kemarin sedikit lengang.

Pantauan di sejumlah kawasan di Medan tampak kembali seperti biasa, aktivitas berjalan normal, hanya saja penerapan Protokol Kesehatan lebih baik dibanding hari-hari biasa sebelumnya.

Hari kedua ini aktivitas berjualan para pedagang tampak kembali normal. Bahkan banyak pedagang yang kemarin tidak membuka lapak berjualan, kini beraktivitas penuh, sementara pengunjung yang berbelanja juga terlihat ramai, bahkan sempat menimbulkan kemacetan di jalur lalin.

Dari para pedagang di beberapa pusat perbelanjaan di Medan diperoleh informasi, keramaian terjadi sejak pagi hari, hingga siang sekira pukul 11.00 WIB suasana masih ramai. Tidak seperti kemarin, setelah pukul 10.00 WIB, suasana sudah sepi.

Beberapa pedagang menyebutkan, diberlakukannya PPKM yang sudah diumumkan sejak beberapa hari sebelumnya, membuat masyarakat maupun pedagang melakukan pembatasan, namun itu di hari pertama bahkan sebagian tidak beraktivitas.

Tetapi memasuki hari kedua pembatasan mereka para pedagang kembali berjalan. Para pedagang jujur mengaku sulit beraktivitas dengan diberlakukannya PPKM, apa lagi dilakukan penyekatan di setiap batas Kota di Medan.

Para pedagang khawatir dengan kebijakan penyekatan ini akan berpengaruh terhadap harga berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Seperti diungkapkan seorang konsumen yang sedang berbelanja di Pasar Sukaramai Medan, mereka berharap kepada pemerintah, agar memberikan kemudahan bagi pendistribusian kebutuhan pangan masyarakat.

“Jangan sampai terjadi kenaikan harga di pasaran, diharapkan walau diberlakukan penyekatan, tapi harga stabil dan tidak langka,” harap masyarakat. SN-KB