Sumut  

Indeks Persepsi Korupsi di Sumatera Utara Menurun

Indeks Persepsi Korupsi di Sumatera Utara Menurun
M Santri Azhar Sinaga. Foto: Ist

SeirotanSkalanews: Indeks Persepsi Korupsi di Sumatera Utara, dalam kurun satu tahun terakhir menurun, sehingga Sumatera Utara  turun ke level empat sebagai Provinsi yang memiliki tingkat persepsi korupsi tertinggi. Hal ini di sampaikan Santri Azhar Sinaga SH saat memberikan sambutan pada Syukuran Menempati Kantor Redaksi Skalanews, Jumat kemarin, di Seirotan.

“Sumatera Utara memiliki 33 Kabupaten Kota, jika dikurangi delapan kota, maka ada 25 Kabupaten yang memilki Pemerintahan di tingkat Desa sebanyak 5.417. Besaran anggaran untuk tahun 2021 sebesar Rp7,6 triliun dan untuk tahun 2022 anggaran yang diturunkan sebesar Rp8,9 triliun dan ini jika tidak diawasi sangat rentan terjadinya korupsi,” ungkap Santri Azhar Sinaga.

Besarnya Anggaran Desa yang dikucurkan, memiliki potensi untuk dikorupsi atau salah penggunaan dan pemanfaatan anggarannya, sehingga cenderung menjadi temuan dan dipastikan itu menjadi pintu masuk untuk korupsi.

“Berdasarkan penelitian dan penyelidikan KPK, banyak penggunaan Anggaran Desa tidak maksimal atau terjadi mismanajerial, sehingga akhirnya  Anggaran Desa yang digunakan menjadi temuan, dan ini kontribusi media dalam menyampaikan ke publik, bahwa telah terjadi penyalahgunaan anggaran negara,” ujar advokad senior ini.