Hortikultura Solusi Strategis Tingkatkan Pendapatan Petani

Holtikultura Solusi Strategis Tingkatkan Pendapatan Petani
Foto:Ist

Pakpak BharatSkalanews: Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor terus menempuh berbagai upaya dan solusi strategis dalam membangkitkan perekonomian. Hortikultura dinilai berpeluang meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani di tengah pandemi Covid-19 sekaligus menguatkan sistem pangan nasional.

Salah satu upaya dan solusi strategis yang dilakukan Pemkab melalui Dinas Pertanian  dengan memaksimalkan pengembangan tanaman hortikultura meskipun dari sisi anggaran ada pemangkasan akibat dampak wabah Covid-19, seperti pembagian sejumlah alsintan dan pembagian bantuan bibit secara gratis kepada para kelompok tani.

Usai pembagian bibit kentang di sejumlah lokasi, Franc Bernhard Tumanggor membagikan sejumlah bibit cabai merah, mulsa, pupuk organik kepada kelompok tani. Pembagian dilakukan secara simbolis di kantor BPPT Kecamatan Salak, Kamis kemarin, didampingi Kadis Pertanian, Maringan Bancin, Ketua KTNA, perwakilan Dinas Pertanian Provsu Nurgabe Siregar, Camat Salak dan para PPL.

Bantuan bibit cabai dan mulsa diperuntukkan bagi 25 hektare lahan dengan rincian di Kecamatan Salak 5 hektare, Kecamatan Kerajaan 10 hektare dan Kecamatan STTU Julu seluas 10 hektare.

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor mengatakan, jika tanaman hortikultura bisa menjadi salah satu sumber penghasilan cepat bagi para petani asal dilaksanakan dengan tepat dan sungguh-sungguh, seperti bertani jagung, sayur mayur dan jenis tanaman muda lainnya.

Untuk memberikan pemahaman terkait penghasilan dari bertanam hortikultura tersebut, Bupati Franc juga menjelaskan secara simulasi perhitungan permodalan dan keuntungan para petani jika bertanam hortikultura.

Guna mendukung para petani hortikultura tersebut dari segi permodalan. Bupati Franc berpendapat bisa memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan pemerintah. Pemkab Pakpak Bharat dikatakan siap mendampingi para petani dalam mengurus KUR tersebut.

“Kami juga berencana akan mengintervensi harga jual melalui Perumda sehingga hasil pertanian nantinya tidak terlalu anjlok di pasaran,” ujar Bupati Franc.

Guna memaksimalkan hasil para petani tentu dibutuhkan inovasi dan teknik yang tepat. Untuk itu selain menambah ilmu dari bimbingan PPL, para petani bisa mendapat ilmu bertani dari media seperti youtube dan media lainnya. SN-sm