Hentikan Mafia Penebangan Hutan Sianggunan

Hentikan Mafia Penebangan Hutan Sianggunan
Puluhan massa Koral mendapat pengawalan puluhan polisi saat aksi protes pembalakan Hutan Sianggunan, di Kantor Camat Sosopan, Palas. Foto: Ist

SosopanSkalanews: Puluhan mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Koalisi Rakyat untuk Aksi Lingkungan (Koral), Selasa (12/10), mendemo Kantor Camat Sosopan, Kabupaten Padanglawas (Palas). Mereka mendesak para pemangku kebijakan segera menghentikan aksi mafia penebangan hutan Sianggunan.

Koordinator Aksi, Andrew Amanah Hasibuan dan Koordinator Lapangan Asoan Nasution menyebutkan, penebangan hutan itu jelas sebagai perbuatan melanggar hukum Indonesia dan hukum Internasional karena merusak lingkungan, bahkan menyebabkan banjir bandang.

Pihak Muspika Sosopan, saat menerima aksi Koral itu menyatakan siap bekerjasama menghentikan penebangan hutan di Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan Palas yang berlangsung sejak sebulan lebih itu.

“Banjir bandang mengakibatkan ratusan hektare sawah hancur dan mulai terasa mengancam permukiman warga, akibat debit dan intensitas aliran sungai Ulu Aer semakin tidak teratur, seperti terjadi pertengahan tahun dan akhir September lalu sangat mengancam kehidupan warga Desa Ulu Aer dan Desa Hulim.

Aksi ini juga mengungkapkan dugaan telah terjadinya tipu muslihat alias modus perjanjian pembukaan perkebunan bersama masyarakat, namun tujuan sesungguhnya adalah membalak hutan.

Dikatakan Andrew Amanah Hasibuan, pembalakan hutan berdalih alas hak konsesi berupa Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) atas nama Randi Pratama Kiswanto akan melakukan penebangan seluas lebih kurang 40 hektare. “Bukan tidak mungkin, ke depan bakal meluluhlantakkan ratusan hektare hutan Sianggunan,” ujarnya.

Mereka juga mengindikasikan, proses mendapatkan konsesi tersebut sarat dengan pelanggaran dan kebohongan, dilakukan secara tidak terbuka dan tanpa kajian mendalam.

Respon (1)

Komentar ditutup.