Medan  

Dr Hasrat Samosir: Jadikan Idul Fitri Momentum Merajut Silaturahim Kebangsaan

Dr Hasrat Samosir: Jadikan Idul Fitri Momentum Merajut Silaturahim Kebangsaan
Dr Hasrat Efendi Samosir, MA Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut. (Foto: AS)

Medan-Skalanews | Tokoh cendekiawan muslim sekaligus akademisi Dr Hasrat Efendi Samosir, MA mengatakan, dalam waktu tidak berapa lama lagi, umat Islam seantero dunia merayakan hari raya Idhul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah.

Setelah satu bulan lamanya, umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan, dan rangkaian kegiatan Ibadah lainnya dengan penuh khusyuk berharap rida Allah SWT.

Di bulan agung dan mulia ini, banyak hikmah yang bisa diambil. Proses pendidikan selama bulan Ramadhan ini kita dilatih Kesabaran, kejujuran, keikhlasan dan saling peduli inilah hakikat selama sebulan umat Islam di gembleng baik secara moral maupun kedisplinan.

Demikian disampaikan Dr Hasrat Efendi Samosir, MA kepada media lewat bincang seputar makna dan hakikat Idul Fitri yang tidak lama lagi di rayakan umat Islam di seluruh jagat raya ini.

“Bulan Ramadan segera berlalu meninggalkan kita tidak berapa lama lagi, kerinduan akan bulan yang penuh berkah dan keampunan juga akan meninggalkan kita, mari kita berdoa di penghujung Ramadan nanti, Insya Allah kita dipertemukan lagi pada Ramadan berikutnya,” ujar Dr Hasrat Samosir, Senin (8/4/2024) di sela berbuka puasa.

Menurut dai kondang ini, ada pesan di bulan Ramadan yang harus kita jaga, yaitu silaturahim. Sebab, kuatnya silaturahim umat akan memperkokoh persatuan dalam bingkai persaudaraan sesama muslim, dan diperluas lagi sebagai saudara sebangsa dan setanah air yaitu Indonesia.

“Jadikan Idul Fitri nanti sebagai momentum kita perkuat lagi silaturahim kebangsaan dalam bingkai NKRI, bahwa Ramadan mengajarkan kita berkasih sayang, peduli, jujur dan amanah, sehingga segala bentuk perbedaan harus disikapi secara arif dan bijaksana, tanpa harus kita berpecah belah. Karena itu bisa melemahkan persatuan dan persaudaraan kita,” ujar Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara sembari mengingatkan.

Di bagian lain, Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN SU ini kembali menegaskan, bahwa sejatinya bulan Ramadan dan Idul Fitri, merupakan bulan yang saling melengkapi sekaligus menyempurnakan.

“Ibarat sebuah kompetisi, maka bulan Ramadan ini bulan ujian bagi kesabaran, kepedulian, saling berbagi dan berlomba mencari kebaikan (Fastabiqul Khairat), maka masuknya Syawal, sebagai isyarat berdamai atas terjadinya kompetisi selama Ramadan, kuncinya saling memaafkan atas salah dan khilaf, selesai hal itu kita kembali pada fitrah (kesucian).

Maka itu perlu dijaga, dirawat dan dipelihara, agar tidak memunculkan permasalahan, selesaikan semua urusan dengan hati dan pikiran yang jernih, untuk siapa? Tentu bagi keutuhan bangsa dan negara yang kita cintai bersama ini, Khairunnas Anfaulinnas,” ujar Dr Hasrat Samosir.

Di bagian akhir kandidat Guru Besar UIN SU ini berpesan, kepada mereka yang ingin mudik (pulang kampung) agar berhati-hati di jalan, tetap disiplin berlalu lintas, agar sampai dengan selamat di tempat tujuan.

“Tradisi mudik merupakan budaya bangsa kita, jadikan ajang silaturahim ini sebagai sarana interaksi habblum minannas, saling bermaafan, terpenting tetap hati-hati dijalan, disiplin dan patuhi rambu lalu lintas, agar perjalanan kita nyaman dan tiba di kampung halaman dengan selamat, begitu juga dengan rumah yang ditinggalkan mudik, pastikan sudah aman semuanya,” ujar Dosen Komunikasi Pascasarjana UIN SU ini. * SN-AS