Sumut  

DPD PDI Perjuangan Sumut Bantu Pembangunan Masjid

DPD PDI Perjuangan Sumut Bantu Pembangunan Masjid
Foto: Ist

MedanSkalanews: Menguatkan Dakwah Islamiah, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menyerahkan bantuan gotong-royong pembangunan Masjid Muhammad Alawi Al Maliki, Rabu (17/11), di Komplek Pesantren Al Kautsar Al Akbar 2, Jalan Pelajar Timur Medan.

Bantuan disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Sutarto dan terima oleh Pimpinan Ponpes Al Kautsar Al Akbar Buya Syeck Ali Akbar Marbun.

Dalam kesempatan tersebut turut dihadir Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Dr Aswan Jaya dan Sekretaris Internal Ahmad Bima Nusa.

“Allhamdulillah hari ini kita telah menyampaikan amanah dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut untuk ikut serta dalam gotong royong membangun Masjid di Komplek Pesantren Al Kautsar dan diterima langsung oleh Buya Syech Ali Marbun,” ujar Sutarto dalam keterangannya usai menyampaikan bantuan tersebut.

Sutarto menjelaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus berkomitmen mendukung setiap usaha dan langkah dakwah yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang memilki Akhlakul Karimah dan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan turut serta bergotong royong membangun sarana Ibadah.

“Apalagi masjid ini terletak di Ponpes yang tentu memiliki nilai tersendiri, karena selain sebagai sarana ibadah, masjid ini juga akan digunakan santri untuk melakukan aktivitas belajar, seperti kegiatan tahfiz dan lain-lain,” jelas Sutarto.

Secara umum, kata Sutarto, PDI Perjuangan sangat konsen dengan jalan dakwah, sebagai buktinya hampir di semua Kantor-kantor PDI Perjuangan memiliki sarana Ibadah yang digunakan oleh Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) untuk kegiatan dakwah.

“Kalau di Jakarta, Masjid At-Taufiq di Komplek DPP bahkan menampung Jamaah Salat Jumat masyarakat sekitar Kantor DPP. Kalau di Sumut kita memiliki Musala At-Taufiq dan hampir di Setiap DPC kita memiliki Musala dan yang terbaru Ketua DPD PDI Perjuangan baru saja meresmikan Musala Al Marhaen di DPC Deliserdang,” jelas Sutarto.

Sutarto berharap,  akan selalu bergandengan tangan dengan pemuka-pemuka agama, baik itu Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu untuk melakukan penguatan terhadap rumah besar kita dengan komitmen kebangsaan NKRI harga mati.

“Keberagaman adalah aset seluruhnya harus didorong dan tidak boleh ada yang ditinggal, karena semuanya adalah tiang-tiang bagi tegaknya NKRI di Bumi Nusantara,” pungkas Sutarto. SN-Rel