Dirut PUDAM Tirta Bina Rantauprapat Diperiksa Kejari Labuhanbatu

Dirut PUDAM Tirta Bina Rantauprapat Diperiksa Kejari Labuhanbatu
Dirut PUDAM Tirta Bina, Rantauprapat, Paruhum Nali Siregar saat berjalan masuk ke gedung utama kantor Kejari Labuhanbatu. (Foto: Ist)

Labuhanbatu-Skalanews | Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Bina Rantauprapat, Paruhum Nali Siregar, diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu, terkait dugaan korupsi, Jumat (23/6/2023).

Selain Paruhum, Kejari Labuhanbatu juga memeriksa Zunaidi Karim yang merupakan Kasubbag Sekretariat dan Personalia PUDAM Tirta Bina, Rantauprapat.

Paruhum Nali Siregar dan Zunaidi Karim tiba di kantor Kejari Labuhanbatu sekira pukul 09.00 WIB, keduanya melapor ke pos penjagaan dan mengisi buku tamu.

BACA JUGA : Sambut HUT Ke-77 Bhayangkara, Polres Labuhanbatu Gelar Bakti Kesehatan

Usai mengisi buku tamu, keduanya diarahkan oleh petugas penjagaan untuk masuk ke ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Sekitar 10 menit di ruangan itu, Paruhum terlihat masuk ke gedung utama kantor Kejari Labuhanbatu, sedangkan Zunaidi Karim masih tetap menunggu di ruang PTSP.

Paruhum Nali Siregar diperiksa terkait penyelidikan dugaan korupsi di PUDAM, yang dilaporkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Anti Korupsi yang dimotori oleh Ali Akbar.

Adapun terlapor dalam dugaan korupsi itu yakni Paruhum Nali Siregar selaku Dirut PUDAM Tirta Bina, Rantauprapat.

Sementara itu, sejumlah dugaan korupsi yang dialamatkan kepada Paruhum dalam laporan KSM Anti Korupsi bernomor 01/LSM-LB/VI/2023 itu yakni, pembuatan gaji untuk jabatan Direktur Utama yang diduga ditetapkan sesuka hati oleh Paruhum.

Kemudian Paruhum juga dilaporkan atas dugaan membuat asuransi pribadi setiap bulannya, yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tidak hanya itu, dia juga dilaporkan atas dugaan pengambilan biaya sewa mobil yang dibebankan kepada perusahaan, padahal Dirut telah mendapatkan fasilitas mobil dinas.

Kemudian dia juga dilaporkan atas dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap tunjangan kinerja (Tukin) setiap bulannya kepada pejabat struktural sebanyak 20 orang.

Kajari Labuhanbatu Furkon Syah Lubis SH MH ketika dikonfirmasi melalui Kasi Intelijen Firman Simorangkir, membenarkan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. * SN/Ril