Diduga Pungli Berkedok Parkir Marak di Tanjungmorawa

Diduga Pungli Berkedok Parkir Marak di Tanjungmorawa
Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Bersih, Romi Makmur Rangkuti. Foto:Ist

TanjungmorawaSkalanews: Dugaan Pungutan liar (Pungli) berkedok parkir, marak di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Pantauan, Senin (20/9), dugaan Pungli berkedok parkir itu disinyalir mendapat beking pihak Trantib Kecamatan Tanjungmorawa. Seperti di Simpang Kayu Besar, Jalan Limau Manis, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Selain itu, di seputaran Kelurahan Tanjungmorawa Pekan, seperti di Jalan Pahlawan, Kelurahan Pekan Tanjungmorawa.

Yang menjadi sorotan tajam, disebutkan retribusi parkir untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Seharusnya pengutipan retribusi parkir sesuai aturan yang berlaku.

Pengelolaan perparkiran di Kecamatan Tanjungmorawa yang diduga liar, tidak menggunakan kertas parkir yang sah/dipon sesuai tahun berjalan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang.

Biasanya, harga biaya retribusi parkir sesuai dengan jenis kendaraan, sepedamotor Rp2 Ribu, dan kendaraan roda empat (mobil) Rp3 Ribu.

Terpantau, petugas parkir hanya meminta uang parkir tanpa memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan yang sedang parkir.

Pengguna sepedamotor yang parkir di teras rumah toko (Ruko) orang juga dikenai biaya parkir. Seharusnya yang dikenai retribusi parkir hanya kendaraan yang parkir di pinggir jalan, bukan yang parkir di teras Ruko orang lain.

“Masyarakat yang kendaraannya parkir selalu dipaksa oleh petugas parkir untuk bayar uang parkir, padahal si petugas parkir tidak bisa memberikan karcis retribusi parkir,” ujar TS kepada media ini.

Lebih lanjut TS mengatakan, masyarakat mau membayar retribusi parkir. Akan tetapi, jika diminta karcis retribusi parkir, petugas parkir harus memberikannya. “Ini tidak, petugas parkir tidak bisa memberikan dan terlihat kewalahan,” tambah TS.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Bersih (GRIB), Romi Makmur Rangkuti ketika dimintai komentarnya lewat telepon seluler mengatakan, stop seluruh Pungli termasuk pengutipan retribusi parkir di Tanjungmorawa, sebelum pemerintah melengkapi tentang penyelenggaraan fasilitas parkir. Karena itu dapat merugikan masyarakat.

Masih kata Romi, agar pelaksanaan parkir berjalan dengan baik, seharusnya dilakukan pengulasan (musyawarah), supaya jangan terjadi persepsi buruk di masyarakat.

Untuk sementara, pengelolaan perparkiran di Kabupaten Deliserdang cq Kecamatan Tanjungmorawa harus dihentikan, karena tidak ada karcis yang dipon.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Tanjungmorawa, Supriadi SE ketika ditanyakan melalui Whatshapnya terkait dugaan Pungli parkir mengatakan, bahwa petugas parkir di Jalan Pahlawan dan di Simpang Kayu Besar sudah ada.

“Petugas parkir di lapangan sudah ada Jukirnya, dan karcis pun sudah saya kasih sama petugas parkirnya, jadi dia yang bertanggung jawab masalah anak buahnya,” kata Supriadi.

Secara terpisah, Camat Tanjungmorawa, Marianto Irawadi SSos saat dikonfirmasi lewat Whaatsapnya mangatakan, akan memerintahkan Trantib untuk mengecek ke lapangan.

“Saya perintahkan Trantib mengecek kebenarannya di lapangan bang,” pungkas Camat. SN-Red