Berziarah ke Makam Mahligai di Barus Bersama Ekspedisi KAHMI Sumut

Berziarah ke Makam Mahligai di Barus Bersama Ekspedisi KAHMI Sumut
Area makam Syekh Rukuniuddin di Komplek Pemakaman Mahligai Barus. Foto:SN-amir syam

TIM Ekspedisi Pusat Studi Pengembangan Islam Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Utara (Sumut), Rabu (25/8), berziarah ke Makam Mahligai di Barus, Ibukota Tapteng.

Tim ekspedisi sejarah masuknya Islam ke Nusantara mencoba menelusuri jejak sejarah masuknya Islam ke Barus. Perjalanan darat dari Medan yang melelahkan menghabiskan waktu lebih kurang delapan jam sampai ke Barus.

Kompleks Pemakaman Mahligai, tepatnya di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapteng. Jalan menuju area Kompleks Pemakaman Mahligai yang berada di dataran tinggi perlu perbaikan infrastruktur, mengingat keberadaan situs cagar budaya yang berusia lebih dari 13 abad.

| BACA JUGA: Kakan Kemenag Tapteng Sambut Baik Buku Tafsir Al-Wasi’

Tim dikoordinir Direktur Pusat Studi Dr H Anshari Yamamah MA dan Sekretaris Tengku Saladin MA, dibantu Syabrun Jukhoir MA dan Hikmatiar Harahap MA, dipandu H Ali Wardhana Pulungan SHI warga Kota Barus sebagai pendamping tim ekspedisi.

Berdasarkan risalah sejarah yang tercatat di batu-batu nisan kuno yang memiliki kemiripan seperti nisan-nisan kuno yang terdapat di Aceh, menarik menganalisi hubungan pemerintahan atau hubungan dakwah masa lalu.

Di Komplek Makam Mahligai, kami menemukan 215 makam ulama yang sudah ada sejak abad 7 berdasarkan data dan artefak. Salah seorang Ulama yang namanya tertera di antara ratusan nisan kuno itu, terdapat nama Syekh Rukunuddin. Syekh Rukuniuddin ini wafat pada tahun 48 Hijriah pada usia 102 tahun.

Sejarah mencatat, Syekh Rukuniuddin hidup pada saat Rasulullah Muhammad SAW mulai periode berdakwah pada masa Mekah dan Madinah. Syekh Rukunuddin berdiam di Barus dalam misi mengembangkan ajaran Islam di luar Madinah.

Kemudian ada juga ditemukan makam Syekh Siddiq yang dipercayai sebagai saudagar asal Negeri Arab bersamaan kedatangan dengan Syekh Rukuniddin. Namun Syekh Siddiq bertugas sebagai pedagang yang mencari beragam rempah-rempah, sekaligus ikut terlibat memberikan Dakwah Islam kepada masyarakat Barus dan sekitarnya.