Bekas Rektor UINSU Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan GKT Rp10,3 M

Bekas Rektor UINSU Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan GKT Rp10,3 M
Gedung Kuliah Terpadu UINSU Kampus Medan Estate (foto kiri), ketiga tersangka memakai kaus merah (foto kanan). Foto: Ist

MedanSkalanews: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan menerbitkan Surat Perintah kepada Jaksa Penuntut Umum untuk segera menyiapkan berkas dakwaan atas perkara dugaan korupsi pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melibatkan bekas Rektor UINSU untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Tiga tersangka dugaan korupsi pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UINSU Kampus Medan Estate sebesar Rp10.3 Miliar lebih itu masing-masing Prof S (bekas Rektor UINSU), Drs SS (Pejabat Pembuat Komitmen) dan JS (Direktur PT MKBP).

Kajari Medan Teuku Rahmansyah SH MH melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata SH didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Agus Kelana Putra SH MH,  Senin (28/6) saat menerima berkas dan ketiga tersangka dari penyidik Kepolisian Sumatera Utara di Ruangan Tahap II Pidsus Kejari Medan mengatakan ketiga tersangka akan ditahan di ruang tahanan Polda Sumatera Utara.

Penahanan itu atas permintaan Jaksa Penuntut Umum guna menyiapkan dan melengkapi berkas dakwaan dan selanjutnya segera disidangkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan.

BACA JUGA: Palem Tua Dekat ATM Center & Pos Jaga UINSU Ancam Keselamatan

Tersangka Prof S dan  Drs S serta JS disangka melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana yang berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P-21) pada tanggal 14 Juni 2021. Adapun sejumlah dokumen terkait kasus Korupsi Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu  Kampus II UIN Sumatera Utara tahun Anggaran 2018, juga diamankan sebagai barang bukti untuk di bawa ke Persidangan. SN-as