Bangun Strategi, Desa Mengepung Dunia Ibarat Jangka

Bangun Strategi, Desa Mengepung Dunia Ibarat Jangka
Pertemuan redaksi dan manajemen dalam penyatuan persepsi dengan para calon kontributor Skalanews, Senin (2/8), di Himalaya Kafe, Jl Medan-Batangkuis, Seirotan, Percut Seituan, Deliserdang. Foto:SN

SeirotanSkalanews: Pemimpin Umum Skalanews Julheri Sinaga mengungkapkan, media portal berita yang dikelolanya akan bangun strategi desa mengepung kota dunia, ibarat jangka membentuk sebuah lingkaran. Dia juga menganalogikan strategi itu dengan makan bubur panas yang dimulai dari pinggir.

Menurutnya, Skalanews diharapkan menjadi penyeimbang sesuai dengan moto, cermat, tajam dan terukur. Dengan demikian, Julheri mengharapkan PT Himalaya Skala Media sebagai badan hukum penyelenggara www.skalanews.co.id mampu tumbuh sejajar dengan media-media yang sudah punya nama.

Pendirian Skalanews, ungkapnya, berangkat dari sebuah keprihatinan terhadap eksistensi media yang kehilangan jati diri karena lebih dekat dengan orang berkuasa dan orang berduit.

“Jadi, kita bangun strategi Skalanews bukan dengan duit, melainkan dengan minat dan potensi sumber daya manusia jurnalistik itu sendiri,” kata Julheri Sinaga pada pertemuan penyatuan persepsi dengan para calon kontributor yang menyatakan minat bergabung dengan www.skalanews.co.id, Senin (2/8), di Himalaya Kafe dekat Kantor Redaksi Skalanews di Seirotan, Percut Seituan, Deliserdang.

Menurutnya, suatu hal yang sangat fantastis ibarat usia bayi baru saja putus tali pusatnya, Skalanews mampu menempati rating Alexa, Indonesia Rank di posisi 1,941 padahal masih menyajikan berita-berita human interest menyentuh kehidupan masyarakat.

“Media yang digagas sejumlah advokad berkolaborasi dengan jurnalis ini, saatnya ke depan akan memfokuskan aliran beritanya lebih spesifik kepada persoalan hukum dan keadilan di masyarakat,” katanya.

Dia juga mengaku mempunyai sejumlah pengalaman dalam mendampingi kasus jurnalistik dialami wartawan, yang bermuara kepada munculnya ketidaknyamanan dalam bekerja. “Skalanews dalam perjalanannya ke depan akan diciptakan sebagai media tempat bekerja yang nyaman dan media yang menyiapkan diri sebagai tempat belajar para calon jurnalis muda dan jurnalis pemula,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Pemimpin Redaksi Skalanews Maruli Agus Salim mengatakan Skalanews bukan sekadar media penyampai informasi, lebih dari itu sebagai tempat pembelajaran bagi kader muda jurnalistik.

“Kita lebih membutuhkan sosok pemula yang mempunyai minat junalistik untuk dididik, ketimbang mengendalikan barang jadi yang cenderung sulit untuk satu visi dan misi,” katanya seraya menyebutkan, siapa saja kaum muda milenial yang mempunyai minat menekuni dunia jurnalistik, Skalanews menampungnya.

Selanjutnya, Lumayan Sinaga, Pemimpin Perusahaan Skalanews yang juga Dirut PT Himalaya Skala Media mengatakan, pihaknya juga telah mempersiapkan tempat yang dapat digunakan sebagai kelas pelatihan Jurnalistik, dan kini tengah mempersiapkan studio mini sebagai ruangan dialog yang dapat diakses melalui Channel Youtube Skalanews nantinya.

Pada pertemuan penyatuan persepsi dengan para calon kontributor berlangsung akrab dan santai. Gayung bersambut dalam diskusi terlebih para calon kontributor berita www.skalanews.co.id didominasi para kader yang malang-melintang sebagai aktivis kampus semasa kuliah.

Mereka menyadari dan menyatakan siap untuk berkreasi di Skalanews, dalam menyuarakan aspirasi tidak harus dengan aksi jalanan, tapi kini cukup dengan aksi melalui karya jurnalistik. SN-ag