Kampus  

Bangun Moderasi Beragama Lewat Pantun

Bangun Moderasi Beragama Lewat Pantun
Foto: Ist

MedanSkalanews: Nilai kebangsaan menyatukan seluruh perbedaan. Moderasi beragama yang terus dihidupkan dalam hubungan kemasyarakatan menjadi motor terjalinnya persatuan dan persaudaraan, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila sebagai sumber inspirasi kehidupan berbangsa.

“Moderasi beragama jangan hidup di ruang kosong, sebab kehidupan kebangsaan harus tumbuh di seluruh lini kehidupan sosial menjadikan keberagaman sebagai fondasi kekuatan bangsa,”  ungkap Dr Nispul Khoiri MAg, Wakil Rektor 3 UINSU, Selasa (5/10), di Medan.

Menurutnya, UINSU berkomitmen bahwa nilai-nilai kebangsaan merupakan modal dasar bagi kehidupan berbangsa dalam bingkai kebhinnekaan yang kian beragam, baik agama, budaya, etnik dan bahasa yang berbeda.

Rasa mengekspresikan keberagaman itu, katanya, bisa diwujudkan dalam berbagai cara, bisa lewat seni, budaya dan lain sebagainya.

“UIN Sumatera Utara turut berpartisipasi aktif ikut mensosialisasikan semangat Moderasi Beragama lewat budaya sebagai bentuk komunikasi kultural sebagai kearifan lokal,” katanya.

Dia mendorong, UINSU menjadi Pelopor Moderasi Beragama lewat Pantun, sebagai artikulasi kultural atau local wisdom, lewat seni Pantun beragam harapan bisa disampaikan, di samping juga turut melestarikan nilai-nilai budaya yang saat ini hampir hilang di tengah masyarakat kita, tergerus arus modernitas yang dapat melunturkan nilai kultural.

Menurutnya, lewat kegiatan UINSU Berpantun yang nantinya diIkuti 6.000 orang mahasiswa baru, yang tiap orang mengirimkan pantun yang bertema Moderasi Beragama, maka akan ada 6.000 tema pantun Moderasi Beragama yang beragam, sembari ikut melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang ada.

“Melalui momen UIN Sumatera Utara Berpantun, kita berharap ada tradisi baru bagi kalangan mahasiswa untuk mencintai budaya, dan kita juga berharap kegiatan ini bisa menjadi catatan rekor untuk kategori Pantun terbanyak dan terbesar dengan mengusung tema Moderasi Beragama Bagi Kehidupan Kebangsaan, Kebudayaan dan Seni,” kata Nispul. SN-W16