Baliho Cakades Sidomulyo Terpasang di Pagar Musala

Baliho Cakades Sidomulyo Terpasang di Pagar Musala
Foto:Ist

BirubiruSkalanews: Salahsatu calon kades (Cakades) yang memasang baliho tersebut di area tempat ibadah. Seperti terpantau di lapangan, salahsatu calon kades di Desa Sidomulyo Kecamatan Biru-biru inisial M (tertulis di baliho) Alat Peraga Kampanye (APK) tersebut terpasang di pagar Musala Nurul Janah Gang Palm 1, Dusun 1, Desa Sidomulyo, Kecamatan Biru-biru.

Sekretaris P2K Desa Sidomulyo, Tatang yang dikonfirmasi hal ini mengatakan, bahwa sudah melakukan imbauan dan teguran terhadap Cakades agar jangan melanggar Tatib kampanye.

Sudah kami imbau untuk tidak memasangnya, dan itu sudah kami realisasikan kemarin yang terjadi di daerah kami dan sudah kami lepaskan baliho tersebut.

“Sejauh ini P2K sudah melakukan teguran terhadap Cakades, dan  mereka langsung merespons dan merespek tindakan P2K,” ucap Tatang.

Sementara itu Cakades Masnun saat dikonfirmasi lewat Aplikasi WhatsAppnya mengatakan bahwa yang memasang baliho, bukanlah dia tapi orang BKM.

“Maaf pak itu yang masang bukan saya, tapi orang BKM, oke pak kalau menyalahi biar saya suruh buka nanti,” pungkasnya.

Camat Birubiru, Dhani Mulyawan S saat dikonfirmasi terkait hal ini menyampaikan akan melakukan konfirmasi dulu terhadap Cakades dimaksud.

Secara terpisah, Ketua MUI Kabupaten Deliserdang, Kiyai saat dimintai tanggapannya mengimbau semua pihak agar menghindari kasus polemik proses pemilihan dari mulai pemasangan baliho dan kampanye.

“Saya mengimbau Tim Sukses dan Calon-calon Kepala Desa serta Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K), agar memperhatikan rambu-rambu normatif keagamaan,” katanya.

Menurutnya, ada ijtima ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia VI Tahun 2018 menyatakan penggunaan simbol-simbol agama untuk alat propaganda atau memengaruhi massa demi kekuasaan, dilarang. SN-R