Badai Guncang Permukiman Kuala Serapuh

Badai Guncang Pemukiman Kuala Serapuh
Lantai rumah warga di pemukiman nelayan Kuala Serapuh porak-poranda diterpa badai dan permukaan laut yang tinggi.Foto: Ist

GebangSkalanews: Jika tak mau diterpa ombak, jangan berumah di tepi pantai. Ungkapan pepatah bermakna kerelaan ini harus dialami Acu dan Apo. Bagaimana tidak, badai yang mengguncang permukiman nelayan Kuala Serapuh, Kamis (7/10), siang memorakporandakan rumah kedua warga ini.

Badai kuat mengguncang permukiman warga nelayan Kuala Serapuh, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) itu berlangsung lebih dari tiga jam.

“Permukaan laut dengan terpaan ombak lumayan keras, memorakporandakan lantai rumah penduduk selama tiga jam lebih,” kata Apo.

Senada dengan Acu. Menurutnya, ini belum memasuki pasang perbani, tapi permukaan pasang laut melebihi pasang perbani.

Tidak ada korban jiwa dari fenomena alam ini, hanya kerugian material akibat lantai rumah penduduk mengalami pecah dan porak-poranda.

Warga juga menyebutkan, bencana seperti ini kerap terjadi, dan warga secara bergotongroyong memperbaiki rumah yang rusak. “Belum pernah ada perhatian dari pemerintah,” katanya.

Pasang Perbani adalah fenomena pasang naik terendah dan pasang surut tertinggi. Fenomena ini terjadi pada tanggal 8 dan 21 saat fase bulan setengah. Pasang perbani terjadi ketika posisi matahari, bulan dan bumi membentuk sudut 90 derajat.

Pada pasang perbani, gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi berlawanan arah sehingga kekuatannya berkurang (saling melemahkan). SN-R03