Medan  

Ada Putri ‘Sang Ratu’ Bermodalkan SKTL Masuk Daftar Lulus

Ada Putri ‘Sang Ratu’ Bermodalkan SKTL Masuk Daftar Lulus
Dr Suheri Harahap MSi . Foto: Ist

MedanSkalanews: Kritisi terhadap proses dan hasil seleksi Calon Dosen (Cados) Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Tahun 2021 kelihatannya belum juga reda. Terungkap, ada putri ‘Sang Ratu’ bermodalkan Surat Keterangan Tanda Lulus (SKTL) masuk dalam daftar lulus Cados UINSU.

Praktisi pendidikan yang juga sekaligus Dosen UINSU, Dr Suheri Harahap MSi, Jumat (3/12), mengkritik proses seleksi Cados UINSU yang diduga sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Ada berinisial SK disebut-sebut putri kandung ‘Sang Ratu’ alias petinggi UIN Sumut yang masuk dalam daftar lulus Cados UIN Sumut.

“Kelulusan SK yang belakangan diketahui sebagai putri kandung Sang Ratu, menjabat Wakil Rektor di UINSU. SK ternyata belum memiliki pengalaman mengajar karena saat mendaftar hanya menggunakan SKTL karena baru saja lulus sidang magister,” ungkap Suheri.

Suheri mengaku, sebagai Dosen UIN Sumut, merasa sedih dengan berbagai informasi seputar penerimaan Dosen BLU yang diketuai Panitia Seleksi WR II DR Hj Hasnah Nasution MAg. “Ada berbagai kejanggalan dalam rekrutmen Dosen BLU ini akibat Pansel terkesan tidak memiliki kepentingan untuk kemajuan UINSU, sehingga kegaduhan di ruang publik begitu kencang lewat pemberitaan media online dan media sosial yang mensinyalir ada proses yang tidak normal terjadi dalam proses rekrutmen,” kata Suheri Harahap.

Berdasarkan Surat Edaran Rektor UIN Sumut Nomor : B-4165/Un. 11.R/B.1.10/HM.00/11/2021 tanggal 15 November 2021 tentang Pengumuman Cados Tetap non-PNS BLU UINSU ditandatangani Rektor UIN Sumut Prof DR Syahrin Harahap, dan saat di umumkan justru surat yang berkembang di publik hanya tertulis nama Panitia Seleksi, tanpa dibubuhi nama dan tandatangan.

“Ini aneh, ada surat penting atas nama institusi, namun saat disampaikan ke publik tidak ada nama dan tandatangan, ini menurut saya cacat secara administratif dan sebagai Dosen UIN Sumut saya meminta Rektor UIN Sumut membatalkan hasil seleksi dan meminta Inspektorat Kemenag RI turun memeriksa Tim Seleksi secara terbuka dan transparan,” lanjut Dosen Fakultas Ilmu Sosial ini.

Lebih jauh dikatakan Suheri, bahwa ada dugaan  seleksi ini terjadi KKN dan tidak profesional untuk merekrut Dosen di UIN Sumut.  “Masyarakat khawatir bentuk penerimaan ini akan mengurangi kualitas dan mengganggu pembelajaran yang sumber tenaga pendidiknya belum berpengalaman dan sarat KKN, bahkan baru lulus belum memiliki ijazah,” katanya.